Pemerintah Diminta Tiru Alibaba Berdayakan Pedesaan Lewat E-Commerce

Jumat, 13 Desember 2019 13:33 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Pemerintah Diminta Tiru Alibaba Berdayakan Pedesaan Lewat E-Commerce Alibaba.com. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Nika Pranata menyebutkan, Indonesia perlu belajar dari China mengenai pengelolaan e-commerce, salah satunya dengan membuat pedesaan e-commerce seperti Taobao Village.

Taobao Village merupakan pedesaan di China yang menikmati dampak dari pertumbuhan ekonomi yang signifikan akibat difasilitasi oleh Grup Alibaba untuk mengakses, membeli, dan menjual di e-commerce.

"Untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar domestik maka pemerintah Indonesia bisa mengadopsi konsep desa e-commerce di China yang diberi nama Taobao Village. Taobao Village terbukti mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi pedesaan dan menyerap banyak tenaga kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan. Pemerintah bisa melakukan hal yang serupa dengan menggandeng marketplace dan pemerintah daerah," kata dia, di kantornya, Jakarta,Jumat (13/12).

Dia mengungkapkan, persyaratan utama menggunakan Taobao sebagai platform utama dan minimal 10 persen penduduk aktif menggunakan e-commerce atau setidaknya 100 keluarga membuka toko online. Alibaba mensyaratkan pemerintah daerah untuk berkomitmen dalam investasi pada infrastruktur.

1 dari 1 halaman

Mudahkan Ekspor

Selain itu, di China juga Kawasan Khusus E-Commerce yang bertujuan untuk memudahkan aktivitas ekspor dan impor melalui ecommerce. Kawasan khusus ecommerce di China saat ini sudah ada di 13 kota dan akan segera bertambah menjadi 22 kota.

Adapun manfaat kawasan khusus tersebut adalah ekosistem yang lebih maju, mengurangi birokrasi, inspeksi yang lebih singkat, clearance dan warehousing yang lebih baik, insentif pajak, dan lain-lain.

"Meningkatkan efisiensi dan meningkatkan daya saing," tambahnya.

Dia juga menyarankan agar pemerintah menerapkan batasan impor individu seperti yang sudah dilakukan oleh China. Saat ini, di Indonesia sedang tren bisnis jasa titip (jastip) yang menawarkan pembelian produk dengan harga lebih murah 20-40 persen daripada beli di dalam negeri. Sehingga masyarakat lebih memilih jastip tersebut. [azz]

Baca juga:
Tips Agar Masyarakat Bisa Untung Belanja di Shopee Saat Harbolnas 12.12
Sambut Harbolnas 12.12, Shopee Tingkatkan Kualitas Operasional dan SDM
Kemendag Siapkan Aturan Permudah Pelaku E-Commerce Ajukan Izin Usaha
Ditinggal Achmad Zaky, Bukalapak Komitmen Setop Bakar Uang

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini