Pemerintah diminta paksa Freeport buat smelter di Papua bukan Gresik

Senin, 2 Februari 2015 21:26 Reporter : Putri Artika R
Pemerintah diminta paksa Freeport buat smelter di Papua bukan Gresik PT Freeport. ©Reuters

Merdeka.com - PT Freeport Indonesia menyatakan bakal membangun pabrik pengolahan dan pemurnian atau smelter di Gresik, Jawa Timur. Freeport memastikan akan menggunakan lahan milik PT Petrokimia Gresik dengan luas lebih kurang 80 hektar. Dalam penggunaan lahan ini, Freeport harus menyewa dengan harga mencapai USD 8 atau sekitar Rp 100.000 per meter persegi per tahun.

Pemerintah tidak mempersoalkan Freeport tak membangun smelter di Papua. Namun, DPR tidak sependapat dengan pemerintah. DPR justru mendesak pemerintah agar meminta Freeport membangun smelter di Papua, bukan di gresik.

Itu disampaikan saat pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan pimpinan DPR di Istana Negara sore tadi, Senin (2/2).

"Pesan dari DPR adalah supaya diupayakan secara maksimal, smelter dibangun di Papua. Tentu ada pengertian kalau dibangun di Papua," ujar Menteri ESDM Sudirman Said kepada wartawan di Istana Negara.

Pemerintah berjanji menyampaikan itu kepada Freeport dan mengupayakan agar perusahaan pengelola tambang emas terbesar di dunia itu mau membangun smelter di Papua. Kemungkinan itu masih terbuka lebar mengingat proses renegosiasi masih berlanjut.

"Kami terima dan akan dijadikan bekal untuk melanjutkan negosiasi dengan Freeport," janjinya.

Penolakan pembangunan smelter di Gresik juga sempat diutarakan Gubernur Papua Lukas Enembe. Disebutkannya bahwa masyarakat Papua marah karena Freeport memilih Gresik sebagai lokasi pembangunan Freeport. Terkait hal ini, Sudirman mengaku mendapat instruksi dari Presiden untuk menampung aspirasi rakyat Papua dan Freeport.

"Pokoknya kita akan berusaha maksimal supaya semua pihak bisa diakomodasi kepentingan. Tapi begini, kalau mau akomodasi semua pihak tidak ada yang maksimal. Nanti optimal level, harus ada yang sedikit mengalah, sedikit kasih. Optimal itu memerlukan kompromi. Saya dalam posisi harus menjaga kepentingan secara seimbang. Mudah-mudahan bisa dicapai," ucapnya.

Dia kembali menjelaskan alasan pemerintah menyetujui pembangunan smelter di Gresik. Sudirman menuturkan, pemerintah menyadari bahwa infrastruktur pendukung untuk pembangunan smelter semisal listrik dan industri lain, belum berkembang di Papua. Disinggung soal kemungkinan kendala pendanaan sehingga Freeport memilih membangun di Gresik, Sudirman tidak bisa memastikan itu.

"Belum sampai pada hitung-hitungan biaya. Mereka tentu punya budget, tapi belum ada studi kalau di Papua berapa di Gresik bagaimana. Itu yang harus kami bicarakan," jelasnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini