Pemerintah Diminta Fokus Tangani Virus Corona, Lebih Efektif Dampaknya ke Ekonomi

Kamis, 19 Maret 2020 15:18 Reporter : Sulaeman
Pemerintah Diminta Fokus Tangani Virus Corona, Lebih Efektif Dampaknya ke Ekonomi Virus Corona. Instagram @safetravel.kemlu ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong, mengatakan saat ini pemerintah harus memprioritaskan upaya penanganan penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia. Hal ini jauh dianggap lebih penting dibandingkan terus berkutat pada perumusan kebijakan moneter.

"Prioritas harus upaya penanganan virus Covid-19 sendiri, kalau bicara ekonomi sudah agak susah," kata Lukman saat dikonfirmasi Merdeka.com, Kamis (19/3).

Menurutnya, virus corona merupakan akar masalah penyebab perlambatan ekonomi dunia dan juga Indonesia. " China terpukul ekonominya, karena belum mampu mencegah penyebaran virus Covid-19," imbuh Lukman.

Lukman menilai kebijakan moneter yang telah dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) justru tidak efektif untuk menggairahkan ekonomi nasional. Sebab, sifat dari kebijakan moneter dianggap terlalu lama bagi pasar untuk menyerap manfaatnya.

"Tidak bisa dihindari, permasalahan ekonomi terus terjadi. Selama belum ada solusi pasti untuk menekan penyebaran virus Covid-19," pungkasnya.

1 dari 1 halaman

Penurunan Suku Bunga The Fed Bikin Rupiah Melemah ke Rp15.000 per USD

bunga the fed bikin rupiah melemah ke rp15000 per usd

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang tembus ke level 15.000 per USD, dikarenakan diturunkannya bunga The Fed.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah sempat menyentuh Rp15.000 beberapa hari lalu, namun kembali menguat ke Rp14.000-an per USD. Hari ini, Rupiah dibuka di Rp14.932 per USD, dan kembali melemah ke Rp15.057 per USD.

Seperti diketahui, Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) telah menurunkan suku bunganya hingga mendekati nol, pada Minggu (15/3). Hal ini sebagai respon kekhawatiran menyebarkan virus corona.

Faktor diturunkannya bunga The Fed menambah market panic, karena Fed menurunkan bunga secara signifikan hanya di saat kondisi ekonomi genting, kata Bhima kepada liputan6.com, Selasa (17/3).

Meski demikian, dia belum bisa memastikan sampai kapan pelemahan Rupiah ini terjadi. Sebab, kondisi terus memburuk, begitupun dengan presiden AS Donald Trump yang baru saja mengumumkan kondisi ekonomi akan terjadi resesi.

[bim]

Baca juga:
Satu Pasien di RSUD Moewardi Solo Meninggal, Belum Dipastikan Karena Corona
Presiden Jokowi Minta Sri Mulyani Berikan Insentif untuk Tenaga Medis Virus Corona
Bagi-bagi Masker dan Hand Sanitizer, Polisi Tegaskan Beli Bukan Barang Bukti
Mulai Hari Ini, Isi Ulang Tunai di Gerbang Tol Jabotabek Ditutup Sementara
Pekan Depan, Wisma Atlet Bisa Digunakan untuk Isolasi Pasien Corona
Wabah Virus Corona, 117 WNA Ditolak Masuk Bali

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini