Pemerintah Diminta Buat Roadmap untuk Sejahterakan Petani Tembakau

Minggu, 23 Agustus 2020 18:00 Reporter : Merdeka
Pemerintah Diminta Buat Roadmap untuk Sejahterakan Petani Tembakau Petani tembakau. ©2016 blogspot.com

Merdeka.com - Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq mengatakan bahwa rencana pemerintah dalam menaikkan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) akan menimbulkan polemik, salah satunya masih belum meratanya pembagian Dana Bagi Hasil (DBH). Oleh karena itu, pemerintah perlu menyusun roadmap ke depan agar kehidupan petani tembakau tetap sejahtera.

Hal ini terlihat dari rendahnya suntikan dana pemerintah kepada daerah asli penghasil tembakau, ketimbang di daerah industri tembakau.

"Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) kurang dirasakan manfaatnya bagi petani tembakau. Bagi saya, yang paling penting sekarang adalah harus ada roadmap yang jelas dari pemerintah," kata Khadziq dalam diskusi, Minggu (23/8).

Dia menjelaskan, nasib petani tembakau dinilai belum jelas akan dibawa ke mana dan akan ditempatkan di mana dalam produksi tembakau, lantaran banyaknya industri tembakau yang bahan bakunya diimpor dari luar negeri.

Hal ini tentu berakibat pada nasib petani tembakau yang menggantungkan nasib sepenuhnya pada tembakau. Terlebih, kalau harus bersaing langsung dengan pengimpor tembakau jenis lain yang mengancam penurunan nilai tukar hasil jual.

"Kalau nasib petani tidak dipikirkan dengan serius, maka ke depannya yang akan berkembang pesat hanyalah industri tembakau jenis lain yang mengimpor bahan bakunya dari luar," tambah Khadziq.

Melihat grafik harga tembakau yang juga semakin hari semakin merosot, petani tembakau turut melancarkan protesnya dengan cara menjual tembakau mandiri (lintingan) dan memutuskan untuk mencabut tanaman tembakaunya. Merosotnya harga ini sekaligus dilihat masyarakat sebagai bentuk menurunnya harga diri mereka.

"Sebagian besar masyarakat Temanggung sudah menanam tembakau sejak lama. Kegiatan ini bukan sekadar kegiatan ekonomi, tapi budaya yang sudah dilestarikan turun-temurun. Sehingga, jika hasil tembakau laku di harga jual yang mahal, harga diri buruh tembakau turut naik," ujarnya.

Khadziq membuktikan hal ini lewat meningkatnya angka naik haji mencapai 1.800 umat pada tahun 2018 saat harga tembakau sedang bagus-bagusnya di sejak tahun 2011. "Nah, kalau harganya tidak bagus kan yang ada petaninya pindah ke Kalimantan, bekerja jadi buruh di pabrik kelapa sawit. Bahkan tidak jarang sampai ada kasus gantung diri petani," tandasnya.

Reporter Magang: Theniarti Ailin [azz]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Petani
  3. Industri Tembakau
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini