KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Pemerintah cuek harga jengkol lebih mahal dari ayam

Jumat, 31 Mei 2013 13:11 Reporter : Idris Rusadi Putra
Jengkol Goreng. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Di beberapa pasar tradisional, jengkol mulai langka. Kalaupun ada, harganya setinggi langit. Bahkan, melebihi harga ayam.

Harga jengkol yang naik dua kali lipat dari Rp 25.000 per kilogram (kg) menjadi Rp 50.000 per kg, dikeluhkan masyarakat. Namun, pemerintah cuek dengan meroketnya harga jengkol.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi memilih diam dan tidak berkomentar mengenai gejolak harga jengkol. Bayu yang ditemui merdeka.com di kantornya, tidak mau berkomentar sepatah kata pun. Dia memilih berlalu masuk ke kantornya.

Bayu yang coba ditanya mengenai harga jengkol hanya diam.

Diberitakan sebelumnya, harga jengkol saat ini lebih tinggi dari beberapa bahan pokok lain seperti daging ayam boiler. Menurut data Kementerian Perdagangan, per 28 Mei, harga ayam boiler di pasaran sebesar Rp 26.122 per kilogram (kg).

Jengkol pun mengalahkan harga sembako lainnya seperti telur ayam kampung, cabe merah dan bawang merah. Telur ayam kampung di pasaran mencapai Rp 35.127 per kg sedangkan cabe merah dan bawang merah rata-rata Rp 30.000 per kg.

Saat ini, harga jengkol sudah sejajar dengan harga ikan teri asin sebesar Rp 54.800 per kg dan daging ayam kampung sebesar Rp 50.773 per kg. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Jengkol Mahal

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.