Pemerintah Cari Sumber Penyakit BUMN yang Rugi Meski Disuntik PMN

Senin, 2 Desember 2019 15:22 Reporter : Dwi Aditya Putra
Pemerintah Cari Sumber Penyakit BUMN yang Rugi Meski Disuntik PMN Menteri Keuangan Sri Mulyani raker dengan Komisi XI DPR RI. ©2019 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memastikan akan mengevaluasi dan berkoordinasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait adanya perusahaan-perusahaan BUMN yang tidak berjalan optimal. Tercatat ada sebanyak tujuh BUMN mengalami kerugian setelah menerima suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah pada 2018.

"Jadi kami bersama menteri BUMN akan bersama sama melihat mana-mana yang memang perlu untuk diperkuat dalam bentuk penguatannya dan bagaimana misi pembangunannya tetap bisa dijalankan secara lebih bertanggungjawab," kata Menteri Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (2/12).

Sebab, bagaimanapun kata Menteri Sri Mulyani, semua BUMN ini sebagai entitas yang kemudian perlu dijaga keberlanjutan perusahaannya agar misi pembangunan tetap berjalan. Untuk itu, ke depan evaluasi ini menjadi penting agar tidak ada lagi BUMN yang merugi.

"Kalau dari sisi tata kelola perusahaan kan menteri BUMN sekarang sedang lakukan evaluasi dengan dua Wamennya mereka sedang menjalankan itu nanti kami liat duduk bersama bagaimana rancangan beliau memperbaiki kinerja dan bagaimana bentuk kebijakan yang dibutuhkan BUMN tersebut," jelas dia.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menambahkan dengan adanya perusahaan-perusahaan BUMN yang masih merugi maka ke depan tata kelola perusahaan menjadi satu hal yang harus diperhatikan. Menurut dia, apa-apa saja yang menyebabkan kerugian pada BUMN itu perlu dikupas lebih jauh.

"Iya harus diperhatikan tata kelolanya, ruginya karena apa, seperti apa dia sudah menerima PMN, iya kan. Lalu apa yang sudah dikerjakan lalu bagaimana kondisi keuangannya. Kami analisis lebih lanjut bersama Kementerian BUMN," tandas dia.

1 dari 1 halaman

Menteri Sri Mulyani Sayangkan 7 BUMN Masih Rugi Usai Diberikan PMN

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengakui bahwa alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diberikan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama periode 2015-2018 belum berjalan optimal. Hal itu tercermin dari adanya tujuh BUMN yang masih saja mengalami kerugian pada 2018.

Menteri Sri Mulyani merincikan secara tren kinerja keuangan BUMN penerima PMN sejak 2015 dan 2016 masing-masing mengalami pencapaian sama. Pada periode itu, dari beberapa BUMN yang disuntik modal pemerintah, masing-masing sebanyak 33 perusahaan BUMN mengalami keuntungan dan 8 mengalami kerugian.

Pada 2017 kemudian, tren kerugian BUMN mengalami penurunan dengan banyaknya perseroan yang mengalami keuntungan. Adapun pada periode itu hanya 3 BUMN yang mengalami kerugian sementara 38 BUMN tercatat hasil positif.

Namun pada 2018, Bendahara Negara itu menyayangkan lantaran BUMN yang mengalami kerugian kembali naik sebanyak 7 perusahaan. Sementara yang mengalami keuntungan sebanyak 34 perseroan.

"Kerugian pada tujuh BUMN yaitu PT Dok Kodja Bahari, PT Sang Hyang Seri, PT Power Solution Indonesia, PT Dirgantara Indonesia, PT Pertani, Perum Bulog, dan PT Krakatau Steel," katanya dalam rapat di Komisi XI, di DPR RI, Jakarta, Senin (2/12).

Menteri Sri Mulyani menyampaikan, kerugian terjadi pada tujuh BUMN itu juga bukan tanpa sebab. Misalnya saja, untuk PT Krakatau Steel beban keuangan selama kontruksi menjadi salah satu penyebab utama perseroan itu mengalami kerugian.

Kemudian untuk Perum Bulog sendiri, Menteri Sri Mulyani mencatat, terdapat kelebihan pendapatan atas penyaluran rasta sehingga Bulog harus melakukan pembenahan koreksi pendapatan di 2018. Selain itu, kerugian yang disebabkan oleh PT Dirgantara Indonesia yakni akibat adanya pembatalan kontrak dan order tidak mencapai target.

[bim]

Baca juga:
Mengenal PT PANN, BUMN yang Buat Bingung Menteri Sri Mulyani dan Anggota DPR
Erick Thohir: Pembentukan Anak Usaha BUMN Tak Jelas Akan Saya Setop
Erick Thohir Bakal Ubah Konsep Super Holding BUMN jadi Sub-Holding, Begini Detailnya
Kelucuan Saat BUMN ini Buat Bingung Menteri Sri Mulyani dan Anggota DPR
Pemerintah Suntik Rp105 T PMN dalam 4 Tahun, Terbesar untuk PLN dan Hutama Karya
Erick Thohir: Pendapatan BUMN Rp210 Triliun, 76 Persennya Disumbang 15 Perusahaan
Pemerintah Alokasikan PMN ke 7 BUMN Rp17,73 T di 2020, ini Besaran Penerimanya

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini