Pemerintah Bangun Terowongan Bawah Tanah Terpanjang se-Indonesia, Habiskan Rp 293 M

Senin, 8 April 2019 17:03 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Pemerintah Bangun Terowongan Bawah Tanah Terpanjang se-Indonesia, Habiskan Rp 293 M Menteri PUPR Basuki Hadimuljono soal terowongan terpanjang di Indonesia. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membangun terowongan bawah tanah atau underpass terpanjang di Indonesia. Terowongan sepanjang 1,3 kilometer (Km) ini terletak di bawah Bandara Kulonprogo atau New York International Airport (NYIA), DIY.

"Underpass terpanjang ini merupakan bagian dari Jalan Nasional Pansela (Pantai Selatan) Jawa. Dalam pembangunannya, faktor keamanan harus betul-betul diperhatikan," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Senin (8/4).

Menurut Menteri Basuki, pembangunan terowongan bertujuan agar akses Jalan Nasional Pansela Jawa yang menghubungkan Purwokerto dan Yogyakarta tetap terbuka. Hal tersebut, lanjutnya, antara lain karena pembangunan Bandara Kulonprogo memotong jalan pansela yang lama.

"Underpass terpanjang ini merupakan bagian dari Jalan Nasional Pansela Jawa. Dalam pembangunannya, faktor keamanan harus betul-betul diperhatikan," kata Menteri Basuki.

Untuk menjamin keamanan underpass, Menteri Basuki telah memerintahkan Ketua Komite Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan Sugiyartanto yang juga Dirjen Bina Marga memperhitungkan secara cermat seluruh aspek keamanan dan keselamatan terowongan tersebut.

Misalnya, Menteri Basuki juga menginginkan antara lain atau jalan keluar kegawatdaruratan atau emergency exit perlu ditambah. "Saat ini masih dibahas untuk kajian lebih mendalam untuk menambah aspek keamanannya," ujarnya.

Selain itu, Menteri Basuki meminta kontraktor yakni Kerja Sama Operasi PT WIKA dan PT MCM untuk memperhatikan aspek saluran air terowongan untuk menghindari terjadinya banjir.

Kontraktor, lanjutnya, juga diminta untuk meningkatkan metode kerjanya dengan memperhatikan aspek seperti kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dan kebersihan.

"Jalan nasional tidak boleh berdebu akibat keluar masuk mobil proyek. Oleh karenanya mobil proyek harus bersih baik keluar maupun masuk lokasi proyek sehingga tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan," pesannya.

Sebagai dukungan untuk pembangunan Proyek Bandara Baru Yogyakarta yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), Menteri Basuki mengatakan bahwa Kementerian PUPR bersama PT Angkasa Pura I (Persero) akan menangani permasalahan banjir yang sempat terjadi pada Maret 2019.

Pembangunan terowongan yang dilakukan sejak November 2018, progresnya kini sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2019. Biaya pembangunan bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)/Sukuk Negara Tahun Anggaran 2018-2019 sebesar Rp 293,18 miliar. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini