Pemerintah Akui Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Tertekan Dampak Resesi Dunia

Rabu, 6 November 2019 11:17 Reporter : Dwi Aditya Putra
Pemerintah Akui Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Tertekan Dampak Resesi Dunia Wamenkeu Suahasil Nazara. ©2017 merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengakui pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02 persen pada kuartal III-2019 menjadi terendah dibandingkan beberapa kuartal sebelumnya. Menurutnya, realisasi tersebut dikarenakan imbas dari dampak pelemahan kondisi perekonomian dunia.

"Pertumbuhan oleh BPS perekonomian kita meski tumbuh 5,02 persen itu lebih rendah dibanding beberapa kuartal sebelumnya ini dampak dari kondisi global dan kita secara berkelanjutan berusaha memberikan support agar perekonomian bisa dijaga momentum pertumbuhannya," kata dia dalam acara Indonesia Banking Expo 2019 di Jakarta, Rabu (6/11).

Meski tercatat rendah, namun pemerintah memandang pertumbuhan sebesar 5,02 persen ini tetap memberikan optimisme ke depannya. Mengingat, kata dia, banyak negara-negara maju lainnya yang pertumbuhan ekonominya tertekan.

"Bahkan seperti China yang sekarang level 6 persen turunnya dari 2-3 tahun lalu. Turunnya yang biasanya China double digit 10-11 persen turunnya ke 6 persen. Indonesia masih di level 5 persen dan akan kita jaga momentumnya," tanda dia.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal III-2019 sebesar 5,02 persen (year on year/yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2019 yang sebesar 5,05 persen yoy.Juga lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2018 sebesar 5,17 persen yoy.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia Kuartal III-2019 dipengaruhi beberapa hal. Dari sisi pengeluaran jumlah konsumsi rumah tangga masih tumbuh positif sebesar 5,01 persen. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini