Pemerintah Akui Indonesia Belum Punya Program Cadangan Pangan Daging Sapi

Senin, 22 Maret 2021 17:15 Reporter : Merdeka
Pemerintah Akui Indonesia Belum Punya Program Cadangan Pangan Daging Sapi Daging Sapi. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Peternakan dan Perikanan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Pujo Setio, mengakui bahwa Indonesia belum memiliki program cadangan pangan nasional berbasis protein hewani. Dalam hal ini termasuk daging sapi.

Diungkapkan Pujo, pemerintah memiliki rencana jangka panjang terkait supply dan demand daging sapi nasional. Salah satunya mitigasi penyediaan pangan protein hewani agar tersedia kebutuhan cadangan pangan nasional berbasis protein hewani.

"Karena memang saat ini kita belum punya khusus program cadangan pangan nasional berbasis protein hewani. Ke depan kita sedang dorong salah satunya dengan terbentuknya klaster pangan," jelas Pujo dalam webinar Meat & Livestock Australia (MLA) pada Senin (22/3).

Program tersebut salah satunya diharapkan bisa membantu meningkatkan stok daging sapi di Tanah Air. Hal ini mengingat daging yang masih bisa disimpan dalam waktu cukup lama.

Rencana lain termasuk mengembangkan kluster-kluster produksi peternakan untuk daging sapi yang berorientasi komersial. Selain itu juga mendukung mobilisasi sapi potong atau karkas beku dari sentra ternak ke sentra konsumsi.

"Kita juga akan mengedukasi tentang budaya konsumsi daging di masyarakat dari fresh meat ke frozen meat," tutur Pujo.

2 dari 2 halaman

Strategi Penuhi Kebutuhan Daging Sapi

Untuk tahun ini, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi nasional. Ada tiga hal yaitu pengembangan usaha peternakan terintegrasi, program 1000 Desa Sapi dan program Sapi Kerbau Komoditas Andalan (Sikomandan), serta program Bank Pakan.

"Kita akan terus berupaya meningkatkan populasi ternak sapi dalam negeri. Setidaknya tiga program ini akan kita kerja, sehingga tahun 2021 ini akan terlihat hasilnya," tuturnya.

Selain itu, pemerintah juga akan tetap melanjutkan impor sapi bakalan yang dinilai memberikan nilai tambah ketimbang hanya melakukan impor daging sapi. Pasalnya, sapi bakalan yang datang ke Indonesia akan digemukkan oleh para peternak lokal.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Strategi Pemerintah Penuhi Kebutuhan Daging Sapi Tahun Ini
Indonesia Gagal Wujudkan Swasembada Daging Sapi Sejak 1995
Mendag Waspadai Kenaikan Harga Daging Sapi Jelang Ramadan
India Batal Gelar Ujian "Ilmu Sapi" Setelah Silabus Sebut Susu Sapi Mengandung Emas
Pemprov DKI Gelar Pasar Daging Murah Keliling Kelurahan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini