Pemerintah akan Fokus Turunkan Jumlah Perokok Anak

Minggu, 23 Agustus 2020 17:00 Reporter : Dwi Aditya Putra
Pemerintah akan Fokus Turunkan Jumlah Perokok Anak Rokok. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mengklaim jumlah prevalensi perokok usia 15 tahun ke atas telah mengalami penurunan. Hal itu tercermin dari data 2013 sampai dengan 2018, jumlah perokok di rentang usia tersebut mengalami penurunan hingga 33,8 persen.

"Bicara kesehatan perokok 15 tahun ke atas tahun 2013-2018 sudah menurun dari 36,3 persen jadi 33,8 persen tahun 2018," kata Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai DJBC, Nirwala Dwi Heryanto, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (23/8).

Dia mengatakan, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) ke depan yang menjadi sasaran pemerintah adalah bukan lagi menurunkan angka perokok dewasa, melainkan jumlah perokok anak-anak. "Sasaran bukan perokok biasa tapi perokok anak karena meningkat saat ini 9,1 persen harus diturunkan menjadi 8,7 persen," tandas dia.

Sebelumnya, Menteri Sosial Jualiari P Batubara mendukung upaya pencegahan merokok bagi anak usia dini, dengan cara mempersulit akses pembelian produk hingga menaikkan harga rokok. Menurutnya, faktor tingginya angka perokok anak pada usia dini, akibat dorongan dari anak untuk terlihat lebih percaya diri terhadap lingkungan di sekitarnya.

"Anak-anak itu simpel pemikirannya supaya lebih keren, cool, ingin terlihat lebih tua mereka jadinya nyoba rokok. Meskipun saya bagian pemerintah, akses terhadap rokok ini harus dibatasi. Bahkan di Indonesia menjual rokok secara ketengan (satuan) masih bisa," ujar Juliari saat Webinar Hari Anak Nasional 2020, Senin (20/7).

Oleh sebab itu, Juliari menyarankan agar pembelian akses terhadap rokok dapat dipersulit. Salah satunya dengan memastikan batasan pembelian rokok hanya untuk orang 18 tahun ke atas.

"Kita bisa mendorong pemerintah agar larangan akses terhadap rokok khususnya anak-anak di bawah usia 18 itu benar-benar dijalankan. Sehingga anak-anak kita yang ingin coba-coba itu tidak bisa dan lebih baik melakukan aktivitas lain yang lebih produktif," katanya. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini