Pemerintah Akan Dalami Anjloknya Harga Ayam di Tingkat Peternak

Rabu, 26 Juni 2019 12:34 Reporter : Dwi Aditya Putra
Pemerintah Akan Dalami Anjloknya Harga Ayam di Tingkat Peternak Menko Perekonomian Darmin Nasution. ©2018 Merdeka.com/Istimewa

Merdeka.com - Harga komoditas pangan khususnya ayam beberapa hari ini merosot. Beberapa peternak ayam di sejumlah daerah pun bahkan mengeluhkan akibat penurunan ini.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengaku masih akan mendalami anjloknya harga pangan tersebut. Pihaknya juga akan berkoordinasi bersama dengan Kementerian Perdagangan untuk melakukan pengecekan langsung.

"Saya juga bingung kenapa jadi jauh bedanya peternak dengan di pasar tidak tahu saya harus cek dulu," katanya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Rabu (26/6).

Menko Darmin mengatakan secara tren setelah Lebaran biasanya harga ayam stabil atau kemungkinan naik. Namun kenyataannya justru berbalik. Untuk itu, pemerintah akan turun tangan untuk melakukan pengecekan.

"Saya belum tau seperti apa kejadiannya," imbuh Darmin.

Sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Haryo Soekartono meminta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk memperhatikan kondisi harga pangan khususnya untuk ayam. Sebab, berdasarkan laporan yang diterimanya terdapat dua lokasi anjloknya harga komoditas ayam.

"Saya tadi sampaikan ke WA bapak ada harga pangan ayam, dari peternak Rp7 ribu diterima, tapi dijual di pasar dengan harga Rp29 ribu," kata Bambang Haryo di ruang sidang Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Selasa (25/6).

Seperti diketahui, anjloknya harga ayam ras, membuat peternak di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta gulung tikar. Jika dalam kondisi normal harga ayam mencapai Rp40.000 per ekor, namun saat ini para peternak mengobral dengan harga Rp25.000 per ekor dengan berat 2 kilogram.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia) Jawa Tengah, Parjuni mengatakan, anjloknya harga daging ayam ras di pasaran terjadi sejak April lalu. Kondisi tersebut membuat para peternak mandiri di wilayah Jawa Tengah dan DIY gulung tikar.

"Menyikapi kondisi tersebut, kami menggelar aksi obral ayam di Jalan Adi Sucipto. Aksi ini sebagai bentuk protes kepada pemerintah, selama ini sudah banyak para peternak mandiri yang gulung tikar," ujar Parjuni kepada wartawan, Senin (24/6). [azz]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini