Pembelian Makanan Online Meningkat 300 Persen Selama Corona

Selasa, 5 Mei 2020 16:23 Reporter : Merdeka
Pembelian Makanan Online Meningkat 300 Persen Selama Corona Teten Masduki. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki, mengatakan penjualan produk makanan secara online selama wabah virus corona mengalami kenaikan sebesar 300 persen dari sebelumnya. Hal itu dikarenakan adanya kebijakan sosial distancing yang membuat restoran-restoran tutup. Maka dari itu usaha makanan dan jasa antar makanan meningkat.

"Alhamdulillah UMKM bisa bertahan banting setir dengan mengikuti permintaan-permintaan, jualan bahan pokok makanan secara online naik 300 persen, makanan setengah olah, makanan herbal, dan lainnya jadi produk makanan betul-betul meningkat luar biasa," kata Teten dalam Webinar Series: Platform Digital X UMKM Atasi Kelangkaan APD, Selasa (5/5).

Dia menilai banyak profesi-profesi lain seperti dokter, dan lainnya yang ternyata memiliki usaha kecil sampingan. Itu salah satu contoh kreativitas UMKM dengan melihat situasi, bisa dengan mudah melakukan shifting usaha baru.

"UMKM ini memang menjadi bumper penyangga ekonomi. Apalagi UMKM menjadi penyangga ekonomi setiap saat mengalami krisis tahun 1998," ujarnya.

Selain itu, di tengah pandemi corona pelaku UMKM yang mulai beralih ke penjualan digital bisa terselamatkan usahanya. "Saya kira belajar dari covid-19 ini UMKM yang sudah terhubung ke market online mereka terselamatkan dan mendapatkan peluang. Penting mendorong UMKM kita untuk go-online," serunya.

1 dari 1 halaman

Digitalisasi Mutlak Untuk UMKM

untuk umkm

Menurut Menteri Teten, untuk saat ini digitalisasi ini mutlak, dan akan muncul tren baru terhadap perubahan konsumen, karena awalnya banyak konsumen yang ragu untuk membeli secara online.

Namun, dengan adanya covid-19 semua orang terpaksa untuk melakukan aktivitas secara online, begitupun dalam hal jual-beli. Dengan adanya covid-19 orang-orang terpaksa untuk membeli secara online. "Kepercayaan masyarakat mulai tinggi terhadap produk yang dijual online,” ujarnya.

Kendati begitu, dia menyebutkan produk UMKM juga harus meningkatkan standarnya agar masyarakat semakin percaya untuk melakukan pembelian produk UMKM secara online.

Dengan go-digital, pelaku UMKM tak perlu pusing memikirkan toko atau lapak, melainkan cukup memanfaatkan teknologi saat ini. "UMKM ini rata-rata tidak punya toko maka dengan digital mereka terbantu," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Alat Pelindung Diri Produksi UMKM Laku Keras di Pasaran
Ini Alasan Omnibus Law Cipta Kerja Seharusnya Fokus Berdayakan UMKM
Kadin Prediksi Pengangguran Baru Akibat Corona Bisa Capai 30 Juta Orang
Pengusaha Nilai BLT Saat Corona Lebih Bermanfaat Dibanding Sembako
Mulai 3 Mei, PLN Gratiskan Tarif Listrik Bisnis dan Industri Kecil Selama 6 Bulan
Tak Ada Demo di Hari Buruh Imbas Corona, Usaha Konveksi dan Sablon Gigit Jari
Pemerintah Gelontorkan Rp285 T Ringankan Beban Cicilan UMKM Terdampak Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini