Pembelaan Rini soal anak Hendropriyono jadi komisaris Telkomsel

Rabu, 31 Desember 2014 17:20 Reporter : Novita Intan Sari
Pembelaan Rini soal anak Hendropriyono jadi komisaris Telkomsel Menteri BUMN Rini Soemarno. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno sudah membeberkan cerita di balik kemunculan nama dan penunjukan Diaz Hendropriyono sebagai komisaris PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel). Rini tidak segan mengakui bahwa dia mengenal sosok Diaz.

Dalam pandangan Rini, anak mantan Kepala BIN tersebut cukup profesional. Bahkan, Rini juga memuji sosok Diaz.

"Saya mengenal langsung dengan dia secara profesional. (Diaz) Bisa berkomunikasi dengan partner Telkomsel," ujar Rini di kantor BUMN, Jakarta, Rabu (31/12).

Rini mengakui, penunjukan Diaz sebagai bagian dari menyeimbangkan komposisi komisaris di Telkomsel, antara dari pihak Indonesia maupun Singapura. Seperti diketahui, komposisi kepemilikan saham Telkomsel terdiri dari dua pihak yakni PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk dan Singapore Telecomunications Ltd.

"Kami melihat butuh ada balance antara komisaris Indonesia dan Singtel," katanya.

Sebelumnya, tanda tanya munculnya nama Diaz Hendropriyono di jajaran kursi komisaris PT telekomunikasi Seluler atau Telkomsel terjawab sudah. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengakui, pemerintah ikut andil 'memberikan' kursi komisaris pada putra mantan Kepala BIN AM Hendropriyono ini.

Rini mengaku sudah mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan mengangkat Diaz sebagai komisaris perusahaan bidang telekomunikasi itu. Nama Diaz diusulkan oleh beberapa pihak yang tidak secara spesifik disebutkan oleh Rini.

"Kami memutuskan Diaz, memang ada pertimbangannya. Diusulkan beberapa pihak dari background beliau," ujar Rini di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (31/12).

Rini mengatakan, dalam penunjukan direksi dan komisaris perusahaan BUMN, peran pemerintah tidak bisa dikesampingkan. Menurutnya, ini demi keselarasan.

"Ada memang campur tangan pemerintah. Melibatkan eselon satu dan dua dr kementerian teknis. Ada beberapa hal yang kita tidak bisa lepas," tegasnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini