Pembangunan tak boleh merusak hutan

Selasa, 31 Maret 2015 19:22 Reporter : Saugy Riyandi
Pembangunan tak boleh merusak hutan Hutan Kalimantan. ©AFP PHOTO/Bay Ismoyo

Merdeka.com - Indonesia memiliki 72 juta hektar lahan kosong yang sesungguhnya dapat dimanfaatkan untuk investasi. Karena itu pemerintah berencana membuka lahan-lahan tersebut untuk investor asing. Syaratnya, investasi harus memperhatikan faktor lingkungan hidup.

"Jadi harusnya banyak investasi yang bisa menggunakan tanah kosong dan tidak terpakai itu. Enggak perlu merusak hutan," ujar Kepala Kantor Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (31/3).

Luhut mengklaim, pemerintah tidak ingin adanya percepatan pembangunan namun mengabaikan kelestarian lingkungan. Apalagi faktanya hutan Indonesia sangat berpengaruh terhadap dunia. Karena itu tugas setiap warga negara untuk menjaga kelestarian lingkungan dan hutan di Indonesia.

"Jangan sampai kita menyesal ketika lingkungan sudah rusak, karena ini bisa jadi warisan buat anak cucu kita. Tapi kita juga enggak boleh didikte negara lain dan membiarkan investasi yang merusak lingkungan merambah di Indonesia," kata Luhut.

Investasi dengan mengedepankan prinsip lingkungan merujuk pada konsep investasi hijau. badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berencana menggelar konferensi internasional untuk investasi ekonomi hijau. Gelaran ini bakal berlangsung di Jakarta akhir bulan ini. Konferensi tersebut bakal dihadiri 500 petinggi perusahaan nasional dam multinasional dari seluruh dunia.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan pada 2010-2014, ada delapan kelompok bidang usaha yang masuk dalam reinvestment. Delapan kelompok bidang usaha tersebut adalah pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan, industri panas bumi, industri pengolahan, industri pengolahan sampah daur ulang dan listrik. Nilai investasinya, PMDN sebanyak Rp 139,17 triliun dan PMA sebesar USD 26,8 miliar.

"Kami targetkan dengan forum ini bisa menarik kenaikan investasi hijau atau ramah lingkungan sebesar 20 persen untuk PMDN dan PMA," ucap Franky.

Upaya ini untuk mengejar target investasi yang tahun ini ditetapkan sebesar Rp 519,5 triliun atau 14 persen lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Rinciannya, PMDN dipatok Rp 175,8 triliun dan Rp 343,7 triliun untuk PMA.

"Untuk investasi yang ramah lingkungan harapannya bisa naik 20 persen. Tentu dari BKPM akan menyiapkan apa saja yang bisa kita tawarkan pada investor nanti di Konferensi Investasi Hijau agar terealisasi," tambahnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini