Pembangunan perbatasan hingga jalan tol jadi kebanggaan pemerintah

Rabu, 3 Januari 2018 09:00 Reporter : Siti Nur Azzura
Pembangunan perbatasan hingga jalan tol jadi kebanggaan pemerintah Jalan Tol Malam. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemerintah telah melakukan banyak perubahan di berbagai sektor. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing Indonesia sehingga bisa mengejar ketertinggalan dengan negara lain.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur di seluruh pelosok Indonesia. Presiden Joko Widodo meyakini, infrastruktur jadi kunci pendorong dari peningkatan perekonomian Tanah Air.

Dari banyaknya proyek pembangunan yang dilakukan, mana yang menjadi kebanggaan pemerintah. Di mana hal tersebut merupakan suatu terobosan yang dilakukan di masa pemerintahan Jokowi-JK. Simak wawancara khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dengan merdeka.com.

Dari sekian banyak proyek pembangunan masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, yang mana yang paling bapak banggakan?

Yang saya berkesan sih di Entikong, perbatasan.

Bisa diceritakan alasannya mengapa Entikong jadi pembangunan yang membuat bapak terkesan?

Karena di Entikong saya melihat sendiri, sebelumnya bagaimana orang mengurus visa duduknya dengan bangku kecil. Itu lebih jelek dari pada kantor kecamatan. Dan saya tahu persis itu, saya lapor Pak Presiden, dan beliau perintahkan untuk bongkar. Lalu saya bongkar dengan sedemikian, dan kita semua bangga dengan itu. Dan itu yang saya rasakan.

Lokasi Entikong kan jauh, lalu bagaimana dengan perawatan setelah adanya perbaikan itu?

Di sana kan ada bea cukai. Ada badan pengelola. Sekarang itu menurut Pak Gubernur Kalimantan Barat bisa menghasilkan Rp 7 triliun untuk lewat di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong itu. Sekarang malah kita sedang bangun pasarnya di 2017, tapi belum saya cek. Karena orang bisa beraktivitas ekonomi di situ. Selain sekarang dipakai sebagai kawasan wisata juga, bisa juga untuk aktivitas barter dengan Malaysia. Jadi membuat kawasan ekonomi baru di perbatasan.

Selain wilayah perbatasan, apalagi pembangunan yang berkesan untuk Bapak?

Kalau tol saya pikir kerja sama dengan para pengembang. Dan itu cukup mengagetkan orang. Yang tadinya 40 tahun lebih hanya 700-an kilometer (km), sekarang dalam 5 tahun akan mencapai 1.852 km. Walaupun membandingkan seperti itu kondisinya memang berbeda. Pemimpinnya berbeda, semangatnya beda. Tapi nyatanya kita bisa 5 tahun sepanjang itu. Di negara lain mungkin bisa lebih dari kita. Tapi dengan kondisi kita yang seperti ini, dengan anggaran yang terbatas kita masih bisa mengupayakan pembangunan infrastruktur yang lebih baik. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini