Pembangunan Infrastruktur RI Tak Boleh Berhenti Jika Ingin Jadi Negara Maju

Kamis, 14 Februari 2019 17:22 Reporter : Merdeka
Pembangunan Infrastruktur RI Tak Boleh Berhenti Jika Ingin Jadi Negara Maju Ketua KPPU Syarkawi Rauf. ©2017 merdeka.com/salviah ika padmasari

Merdeka.com - Indonesia memiliki cita-cita untuk bisa menjadi negara maju di 2035. Hal ini yang juga menjadi alasan Presiden Jokowi menggenjot pembangunan infrastruktur di masa kepemimpinannya selama ini.

Pengamat Ekonomi Syarkawi Rauf mengatakan, memang selama kepemimpinan Jokowi, anggaran pembangunan infrastruktur membengkak. Menurutnya, hal itu sudah benar, karena daya saing infrastruktur ini merupakan modal awal untuk menjadikan Indoensia negara maju.

"Kalau bicara sampai kapan pembangunan infrastruktur besar-besaran ini akan berakhir, tidak boleh ada akhirnya, terus bangun. Karena ekonomi timbuh kebutuhan infrastruktur juga akan terus berkembang," ucap dia di Kahmi Centre, Jakarta, Kamis (14/2).

Dia mencontohkan seperti yang dialami Jepang. Pada 2013 Jepang memiliki pemimpin baru yaitu Sinzo Abe. Saat itu Jepang tengah mengalami perlambatan ekonomi. Padahal Jepang sudah menjadi salah satu negara maju di dunia ini. Berbagai infrastruktur memadahi juga sudah tersedia di Jepang.

Namun saat Abe memimpin, dirinya membuat kebijakan dengan kembali membangun infrastruktur besar besaran hingga dinamakan pembangunan infrastruktur generasi ke dua. Hasilnya ekonomi Jepang kembali positif.

Di sisi lain, Syarkawi juga melihat seiring sebuah negara memiliki pertumbuhan ekonomi yang terus membaik, kebutuhan akan infrastruktur yang lebih modern selalu dibutuhkan. "Soal kereta misalnya, dulu kereta kecepatan 90 km per jam, sekarang ada kereta cepat, makanya dibangun lagi. Jadi pembanunan infrastruktur ini tidak ada ujungnya," pungkas dia.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini