Pembangunan Hasil Tangan Dingin Basuki Hadimuljono Sepanjang 2014-2019

Selasa, 22 Oktober 2019 15:24 Reporter : Merdeka
Pembangunan Hasil Tangan Dingin Basuki Hadimuljono Sepanjang 2014-2019 Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Basuki Hadimuljono menjadi salah satu orang yang dipanggil Presiden Jokowi ke istana kepresidenan hari ini jelang pengumuman kabinet. Sebagai seorang pegawai karir yang menghabiskan hampir 40 tahun di kementerian yang mengurusi pembangunan, Basuki tercatat memiliki banyak prestasi selama menjabat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Saat masih menjadi pegawai di instansi Pekerjaan Umum, dia berhasil mendapatkan prestasi sebagai pegawai teladan pada usia 41 tahun. Semenjak itu kariernya terus naik, dia menjabat Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, lalu menjadi Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum, dan menjadi Direktur Jenderal Penataan Ruang di Kementerian Pekerjaan Umum.

Kinerja Basuki dalam membangun infrastruktur cukup mumpuni. Banyak sekali pembangunan yang ditugaskan di pundaknya selama periode I Jokowi. Mulai dari Tol Trans Jawa hingga Tol Trans Sumatera yang telah banyak diselesaikannya.

Berdasarkan data Kementerian PUPR, hingga Mei 2019, jalan tol yang telah dioperasikan sepanjang 949 km dan akan bertambah 406,14 km dengan beroperasinya 9 ruas tol secara bertahap hingga akhir tahun 2019. Menteri Basuki menargetkan hingga akhir 2019 nanti, panjang jalan tol yang terbangun akan mencapai 1.851 kilometer.

Selain pembangunan tol Basuki juga membangun jalan baru untuk memperlancar konektivitas. Pembangunan jalan baru, berdasarkan data per Agustus 2019, sepanjang 793,11 km diantaranya melanjutkan pembangunan jalan perbatasan Kalimantan, NTT, dan Papua; Trans Papua. Kemudian jalan Selatan – Selatan Jawa, By Pass Bandara Internasional Lombok (BIL) – Kuta Mandalika (NTB) dan Jalan Lingkar Utara Brebes (Jateng). Untuk jembatan sudah terbangun total 24,4 km dari target 29,8 km jembatan pada 2019.

Untuk lahan penyerapan dan irigasi Kementerian PUPR telah membangun 8 dari target 36 bendungan. Bendungan yang telah selesai tersebut menambah luas layanan irigasi waduk dari semula 761.542 hektare (11 persen) menjadi 859.626 hektare (12,9 persen). Kapasitas tampung air pun naik menjadi 1.031 juta meter kubik, kapasitas air baku sebesar 5 meter kubik per detik, serta potensi energi sebesar 112 megawatt.

Kementerian PUPR juga berhasil membangun rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. PUPR berhasil membangun 2.490.378 unit rumah dengan perincian 699.570 unit pada 2015, 881.102 unit pada 2016, dan 904.758 unit pada 2017.

Selain prestasi-prestasi yang telah diraih oleh Basuki, kini dia mengatakan perlu adanya terobosan dalam hal mitigasi bencana. Hal ini karena Indonesia yang berada di 'cincin pasifik' dan menjadikannya seperti Supermall bencana.

Basuki juga mengatakan Kementerian PUPR akan membentuk Komisi Keamanan Bangunan Gedung yang salah satu tugasnya mendampingi Pemerintah Daerah agar konsekuen dalam mengimplementasikan rencana tata ruang dan zonasi yang sudah ditetapkan. Selain itu juga yang sangat penting adalah meningkatkan investasi dan pendanaan untuk mengurangi resiko bencana sesuai dengan kesepakatan internasional.

Baiknya kinerja Basuki, anggota DPR RI Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai dia laik untuk kembali dipercayakan Jokowi untuk mengisi kursi yang sama di Kabinet Kerja periode II.

"Pak Basuki Hadimuljono laik dipertahankan. Pekerja keras dan berpikir terbuka. Bisa bekerjasama dengan semua. Dan paling utama dia itu bersih," ujar mantan Wakil Ketua BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Reporter Magang: Winda Ayu Lestari

Sumber: Liputan6 [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini