Pembangunan 550 huntara BUMN di Sigi ditargetkan rampung November 2018

Selasa, 30 Oktober 2018 15:08 Reporter : Siti Nur Azzura
Pembangunan 550 huntara BUMN di Sigi ditargetkan rampung November 2018 Menteri Rini tinjau pembangunan huntara di Sigi. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno kembali mengunjungi kota Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah untuk memastikan penyediaan 550 hunian sementara (huntara) di Desa Lolu, Kecamatan Biromaru dan di Desa Sibalaya, Kecamatan Tanbulava, Kabupaten Sigi yang dibangun BUMN bagi korban gempa.

Dia menjelaskan, dari total tersebut, sekitar 450 huntara dibangun PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Sisanya 100 huntara telah selesai dibangun PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan siap ditempati penduduk. Hingga saat ini, BNI tercatat sudah membangun 227 huntara dari target 450 huntara di Sigi. Ditargetkan seluruhnya selesai dibangun awal November 2018.

"Terima kasih BNI dan Bank Mandiri yang telah membangun hunian sementara ini. Tentunya ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena bisa mendapat hunian sementara yang lebih baik terutama di saat musim hujan. Terima kasih juga PLN yang bersinergi mempercepat kelistrikan untuk memenuhi penerangan di rumah," kata Rini melalui keterangan resminya, Selasa (30/10).

Selain hunian bagi masyarakat, menteri Rini juga meninjau pembangunan fasilitas-fasilitas umum dan fasilitas lain di sekitar hunian penduduk seperti pembangunan fasilitas MCK (Mandi, Cuci, dan Kakus), sumur bor dan tandon air, pembangunan fasilitas olahraga dan sekolah sementara dekat dengan tempat tinggal penduduk.

Bagi masyarakat yang menempati huntara di Sigi, BNI membangun fasilitas 30 MCK, sumur bor dan tandon air. Selain itu, fasilitas MCK juga dibangun di area Mesjid Agung Palu sebanyak 6 bilik, di kawasan Pengungsian Desa Vatutela sebanyak 6 bilik, di Rumah Dinas Bupati Donggala sebanyak 2 bilik, di Posko BUMN 2 bilik, kemudian di Alun-alun Kota Parigi 6 bilik. Fasilitas MCK juga dibangun di Desa Bantaya, Kecamatan Parigi Tengah sebanyak 6 bilik, di Desa Mahesa Kecamatan Parigi Tengah sebanyak 3 unit, serta di Desa Kampal Parigi sebanyak 3 bilik.

Sementara untuk masyarakat yang menempati hunian sementara di Sibalaya, Bank Mandiri telah membangun fasilitas 20 MCK beserta tempat cuci, aula, ruang serba guna, dapur umum, tempat bermain untuk anak-anak serta lapangan olahraga.

Dalam pembangunannya, baik BNI maupun Bank Mandiri memanfaatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar melalui kegiatan padat karya. Diharapkan, pembangunan huntara juga memberikan pendapatan dan lapangan kerja bagi masyarakat korban bencana.

Tak hanya itu, BUMN juga membangun ruang kelas sementara yang akan membantu para siswa tetap belajar mengingat bangunan kelas di sekolah lamanya tak dapat digunakan. BNI telah selesai membangun 2 Ruang Kelas sementara di Palu yang masing-masingnya menampung 301 siswa dari SD Inpres Silae Kecamatan Ulujadi Kota Palu dan 401 siswa dari SD Inpres Perumnas Balaroa, Palu Barat.

Selain itu, BNI juga telah menyelesaikan pembangunan 1 Rukantata di Sigi yang menampung 700 siswa dari SMP 1 Sigi Kecamatan Sigi Birumaru dan 1 Rukantara di Donggala yang menampung 199 siswa dari SD Negeri 1 Lolitasiburi.

Bank Mandiri tercatat membangun sekolah sementara untuk siswa/i SD di dekat hunian sementara untuk memfasilitasi siswa/i SDN Sibalaya yanng bangunan sekolahnya mengalami kerusakan akibat gempa. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini