Pemalsuan Produk Kosmetik Marak

Rabu, 4 Oktober 2006 13:25 Sumber :
Pemalsuan Produk Kosmetik Marak
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin Akib mengemukakan temuan akan beberapa merek produk kosmetik terdaftar yang dipalsukan dan beredar di pasar.

Kepada pers di Jakarta, Rabu (04/10/06), ia mengatakan selama tahun 2006 pihaknya menemukan 693 produk Dove palsu, 3.605 produk Ponds palsu dan 10 produk Biore palsu.

Sebelumnya, ia melanjutkan, pada 2005 pihaknya juga menemukan 1.647 kosmetik merek Dove palsu, 4.003 kosmetik merek Ponds palsu, lima produk kosmetik merek Pantene palsu dan 10 produk Biore palsu.

Pada tahun yang sama, kata dia, pemilik produk pemutih bermerek Tull Jye juga melaporkan bahwa produk kosmetiknya telah dipalsukan.

Menurut Deputi II BPOM Bidang Pengawasan Kosmetik, Obat Tradisional dan Produk Komplemen Ruslan Aspan jumlah peredaran produk kosmetik palsu yang sebenarnya kemungkinan jauh lebih besar dari jumlah produk palsu yang ditemukan tersebut.

"Jumlah sebenarnya pasti lebih besar dari itu sebab produk ini diproduksi dan didistribusikan secara ilegal sehingga pengawasannya sulit dilakukan," katanya.

Husniah menambahkan pula bahwa ciri-ciri produk kosmetik aspal itu juga sulit dikenali sehingga pihaknya sulit menemukan produk tersebut dalam kegiatan pengawasan produk kosmetik yang setiap tahun rutin dilakukan.

"Sebenarnya pada produk asli terdapat nomor registrasi produk dengan kode CD plus angka sepuluh digit untuk produk dalam negeri serta CL plus angka sepuluh digit untuk produk luar negeri. Tapi kode itupun sering ditiru sehingga hampir tidak ada tanda khas yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi," jelasnya.

BPOM, ia melanjutkan, selama ini mendapatkan informasi tentang pemalsuan produk kosmetik langsung dari produsen resmi atau dari keluhan masyarakat yang dilayangkan melalui Unit Layanan Pengaduan Konsumen (UPLK) BPOM.

Husniah menjelaskan pihaknya berusaha melakukan proses hukum terhadap pelaku pemalsuan produk kosmetik resmi tersebut.

Ia mencontohkan dalam kasus Tull Jye, pelaku pemalsuan produknya telah diproses secara hukum dan dijatuhi hukuman penjara selama enam bulan serta denda Rp500 ribu.

Namun, ia menyayangkan hukuman terhadap pelaku pemalsuan produk kosmetik umumnya sangat rendah sehingga tidak menimbulkan efek jera.

"Kadang ada yang hanya didenda Rp100 ribu dan hukuman percobaan selama tiga bulan. Itu sama sekali tidak menimbulkan efek jera sehingga kasus-kasus ini terus berulang," demikian Husniah. (*/rit)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini