Peluang Usaha, Kuliner Laukita Incar 500 Mitra Reseller

Senin, 26 April 2021 14:10 Reporter : Merdeka
Peluang Usaha, Kuliner Laukita Incar 500 Mitra Reseller UKM. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Bulan suci Ramadan adalah momen yang pas untuk membuka pintu rezeki baru dan menciptakan peluang usaha baru. Dalam bulan penuh berkah ini, kebutuhan akan makanan cepat saji yang sehat untuk sahur dan berbuka semakin meningkat.

Pionir industri makanan rumah siap saji yang enak, cepat, dan halal di Indonesia, Laukita mencatat peningkatan signifikan dibanding musim Lebaran tahun lalu.

Peningkatan ini semakin menjadi bukti bahwa bulan suci ini sangat tepat jika dimanfaatkan untuk menekuni bisnis kuliner. Maka, produsen makanan yang digemari para selebriti dan kaum urban inipun memanfaatkan momentum Ramadan kali ini untuk memantapkan langkahnya di industri makanan siap saji yang sehat dengan membuka peluang bisnis kemitraan.

Bagi mereka yang jeli menangkap peluang dan ingin memulai bisnis baru dengan risiko rendah, program kemitraan dari Laukita ini layak untuk dicoba.

Pasalnya, Laukita yang merupakan bagian dari Umara Group ini menawarkan kesempatan menjadi reseller dengan lebih mudah, biaya yang cukup ringan namun menjanjikan, serta kesempatan dapat untung yang sangat besar.

Selain bisa mendapat keuntungan yang banyak dari penjualan tersebut, reseller juga berkesempatan memenangkan undian dan membawa pulang hadiah utama Cincin Berlian, melalui program #UntungAdaLaukita.

Dimas Beck, co-founder Laukita mengatakan bahwa untuk menjadi reseller Laukita tidaklah rumit. Selama memiliki freezer dengan kapasitas yang cukup, atau sekitar 300 liter, sudah dapat bergabung menjadi reseller Laukita. Penggunaan freezer ini tentunya krusial agar mampu menjaga kualitas makanan produk Laukita.

"Kami berupaya untuk menjaga kualitas makanan Laukita, mulai dari tempat produksi hingga disajikan di meja makan konsumen. Semangat melayani dan menyediakan produk berkualitas itu juga kami tanamkan kepada para reseller kami. Produk-produk Laukita sudah terdaftar di BPOM dan bebas bahan pengawet karena dibekukan saat makanan dalam kondisi kesegaran tertinggi dan didistribusikan dengan fasilitas pendingin yang ideal," katanya.

2 dari 2 halaman

Cara dan Syarat Bergabung

Founder Laukita, Adhia Absar Arryman pun menyatakan, dengan memanfaatkan momentum bulan Ramadan, pihaknya berharap mampu membantu 500 reseller membuka saluran rejeki baru.

"Salah satu impian kami adalah mampu memberdayakan masyarakat Indonesia lewat produk kuliner kami yang berkualitas. Dengan cita rasa khas kuliner kebanggaan Indonesia dan teknologi yang kami miliki, produk Laukita dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan kelompok usia produktif Indonesia akan lauk makanan yang enak, sehat, dan praktis selama bulan puasa. Potensi dan peluang inilah yang kami bagikan kepada para calon reseller," kata dia.

Lebih lanjut Adhia menjelaskan, program kemitraan Laukita ini akan menambah babak baru dalam ekosistem industri makanan yang tengah dibangun oleh Laukita.

"Kami ingin dampak dari inovasi yang kami lakukan lewat penggabungan kuliner dan teknologi ini dapat dirasakan lebih luas lewat program reseller Laukita. Potensi dan pertumbuhan tren makanan siap saji ini bisa dimanfaatkan oleh mereka yang ingin memulai usaha bisnis tanpa modal yang berat.”

Program undian kemitraan #UntungAdaLaukita sudah dimulai sejak tanggal 15 April 2021 dan akan berakhir pada tanggal 10 Mei 2021. Cara mengikuti program ini juga sangat mudah. Setiap pembelian 4 paket, mitra akan mendapatkan 1 nomor undian untuk hadiah utama. Pengumuman pemenang akan dilakukan menjelang Hari Raya Lebaran dan diumumkan melalui Instagram @laukitaindonesia.

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Kisah Adhitya Bangun Aerostreet, Sepatu Asal Klaten Tembus ke Pasar Global
Pegiat Lingkungan Asal Depok, Rendria Labde Masuk Daftar Forbes Under 30
Pengusaha Tingkatkan Kolaborasi untuk Ciptakan Lapangan Kerja dan Kurangi Kemiskinan
Pemerintah Target Tingkat Wirausaha Indonesia 4 Persen di 2024
Enterpreneurship Indonesia Paling Rendah se-Asia Tenggara, Jauh Ditinggal Malaysia
Berani Berubah: Berkah Pandemi dari Katering dan Mengajar Online

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Wirausaha
  3. Inspirasi Wirausaha
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini