Pelanggar Aturan Perlindungan Konsumen Bisa Didenda Hingga Rp15 Miliar

Jumat, 20 Mei 2022 14:43 Reporter : Sulaeman
Pelanggar Aturan Perlindungan Konsumen Bisa Didenda Hingga Rp15 Miliar Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen terus memperkuat upaya perlindungan konsumen sektor jasa keuangan melalui penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 6/POJK.07/2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan.

Adapun prinsip perlindungan konsumen dan masyarakat dalam aturan terbaru tersebut berupa edukasi yang memadai, keterbukaan dan transparansi informasi, perlakuan yang adil dan perilaku bisnis yang bertanggung jawab, perlindungan aset, privasi, dan data konsumen, serta penanganan pengaduan dan penyelesaian sengketa yang efektif dan efisien

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito menyampaikan, terdapat sejumlah sanksi yang telah disiapkan regulator kepada seluruh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang melanggar aturan perlindungan konsumen. Hal ini sebagaimana diatur dalam POJK anyar tersebut.

"Sanksinya sangat komprehensif dari OJK, sehingga (PUJK) harus kredibel," ujar Sarjito dalam Media Briefing, Jumat (20/5).

Sarjito menyampaikan, sanksi pertama yang akan dijatuhkan regulator berupa teguran tertulis yang akan memperburuk citra pelaku usaha jasa keuangan maupun pimpinan yang melanggar aturan perlindungan konsumen.

"Sanksi untuk perlindungan konsumen itu bisa peringatan tertulis. jangan disepelekan ini," tekannya.

Selain teguran tertulis, sanksi juga bisa berbentuk larangan sebagai pihak utama sesuai dengan POJK mengenai penilaian kembali bagi pihak utama Lembaga Jasa Keuangan (LJK).

"Ini salah satu implikasi dari peringatan tertulis. Di mana jika seorang pemimpin LJK sudah pernah dikenai peringatan tertulis, akan dipertimbangkan kembali atau bahkan dilarang menjadi pihak utama atau direksi utama," bebernya.

Selanjutnya, OJK juga dapat menjatuhkan sanksi berupa denda bagi pelaku usaha jasa keuangan yang terbukti melanggar aturan perlindungan konsumen. Adapun, nominal denda yang dikenakan maksimal Rp15 miliar.

Terakhir, OJK juga tak segan memberikan sanksi berupa pembatasan dan pembekuan produk dan/atau layanan dan/atau kegiatan usaha bagi perusahaan yang melanggar aturan perlindungan konsumen. Sejumlah sanksi tersebut diharapkan dapat menciptakan efek jera untuk memberikan perlindungan terhadap konsumen.

"Ini (PUJK) bisa ga boleh jualan lagi, karna produknya ga bener," tandasnya. [azz]

Baca juga:
Aturan Baru OJK Tentang Perlindungan Nasabah Jasa Keuangan, ini Rinciannya
Gree Hadirkan Layanan Purnajual Golden Service, Cek Istimewanya
Aset Disita di Masa Pandemi, 500 Konsumen Mengadu ke YLPK Bali
Hanya 28.719 Depot Isi Ulang Air Galon di Indonesia yang Higienis
Lembaga Konsumen Pinta Warga Karawang Waspadai Diskon di Supermarket, Ini Alasannya
Kerugian Konsumen Hingga Juli 2021 Capai Rp1,06 T, Terbanyak dari Jasa Keuangan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini