Wawancara khusus CEO Path (4)

Pecat 13 karyawan, CEO Path bantah bisnisnya bermasalah

Senin, 4 November 2013 10:07 Reporter : Ardyan Mohamad
Pecat 13 karyawan, CEO Path bantah bisnisnya bermasalah Dave Morin ke merdeka.com. ©2013 Merdeka.com/djoko poerwanto

Merdeka.com - Jejaring sosial Path yang diluncurkan khusus untuk pengguna iOS dan Android baru saja memecat 13 karyawan pada pertengahan Oktober 2013. Sang CEO sekaligus pendiri, Dave Morin, membantah kebijakan itu berkaitan dengan kondisi keuangan perusahaan.

Justru, Path sangat optimistis bisa mendapatkan tambahan USD 50 juta dana segar dari pelbagai investor sampai akhir tahun ini. Morin mengatakan, keputusan merumahkan ke-13 karyawan itu terkait perubahan orientasi layanan.

Path di masa mendatang, harus lebih optimal memperkuat server dan aspek teknis lainnya, sehingga lalu lintas data antar pengguna bisa berjalan mulus. Variasi produk yang ditawarkan juga harus diperbanyak.

Alhasil, setelah merumahkan karyawan, Path langsung merekrut tenaga baru yang sesuai dengan visi baru perusahaan.

"Benar kami merumahkan 13 pegawai. Itu karena kami mengubah fokus usaha untuk lebih banyak mengurusi pengembangan produk. Sehingga reorganisasi itu wajar saja, untuk menyesuaikan Path dengan kebutuhan masa depan," ungkap Morin kepada merdeka.com ketika bertandang ke kantor redaksi dan manajemen di AXA Tower, Jakarta, Jumat (1/11).

Sebagai bukti keseriusan mengubah arah perusahaan, Morin menambah posisi baru di jajaran petinggi Path. Jejaring sosial khusus ponsel ini ke depan akan menambah berbagai fitur yang membutuhkan sokongan pakar teknologi.

"Sampai-sampai saya mengangkat wakil direktur baru khusus bagian pengembangan teknologi," cetusnya.

Mulai tahun ini, Path menawarkan layanan jual beli stiker dan filter foto yang bisa dibeli di dalam aplikasi (in-app purchase). Baru-baru saja, pengguna juga dapat meng-upgrade software yang mereka unduh ke fitur premium, dengan membayar Rp 170.000 per tahun, sehingga bebas mengunduh 30 paket stiker disertai jaringan yang diklaim lebih aman.

Target lain dari kebijakan ini, diharapkan peluncuran Path versi 4.0 bisa terealisasi lebih cepat.

Morin memastikan kantor pusat mereka di San Fransisco, Amerika Serikat, tetap diperkuat oleh 50 karyawan. Selain di AS, Path punya kantor cabang di Ibu Kota Tokyo, Jepang, buat memantau pasar Asia. Sebab, bisnis Path berkembang pesat di Indonesia, China, Jepang, dan Korea Selatan.

"Jadi, meski ada penggantian 13 karyawan, secara keseluruhan, total pegawai kami tetap 50 orang," ujarnya.

Dari data terakhir per triwulan III 2013, pengguna Path di seluruh platform mencapai 20 juta orang. Hingga akhir tahun nanti, Morin optimis jumlahnya bisa bertambah menjadi 25 juta pengguna. [tts]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini