KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Pasokan gas minim, industri kecil merasa dianaktirikan

Rabu, 12 Desember 2012 11:53 Reporter : Saugy Riyandi
pipas gas. shutterstock

Merdeka.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melihat, pasokan gas untuk industri masih sangat minim. Pengusaha merasa dianaktirikan karena industri non strategis seperti Industri kecil dan Menengah yang memang membutuhkan pasokan gas cukup banyak, tidak mendapat pasokan sesuai kebutuhan.

"Industri masih dianaktirikan setelah PLN, industri tetap menjadi nomor 4," ujar Wakil Ketua komite Tetap Kadin Ahmad Wijaya dalam diskusi bertajuk 'OPEN ACCESS, Jembatan Antara Produsen Dengan Konsumen' di Hotel Sultan, Jakarta Rabu (12/12).

Dalam Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 3 tahun 2010 tentang alokasi dan pemanfaatan gas bumi, sektor industri berada di posisi paling akhir yaitu nomor 4 setelah Lifting, PLN dan Pupuk.

Ahmad menegaskan, saat ini PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sudah memasok seluruh gas untuk industri besar. Namun masih ada industri kecil yang belum mendapatkan alokasi gas. Seperti industri tekstil dan industri sepatu.

"Di Jalan raya Tangerang, Jalan Raya Bogor, itu sudah ada akses pipa yang langsung masuk ke Industri besar," tegasnya.

Ahmad menambahkan, hingga hari ini energi yang dipakai industri yang non strategis belum banyak diakomodir oleh BUMN yang memiliki akses jaringan gas seperti PGN. Meski tidak mendapat pasokan melalui pipa, idealnya ada cara lain memasok gas untuk memenuhi industri non strategis.

"Seharusnya industri mendapatkan gas alam terkompresi (Compressed Natural Gas/CNG) seperti tabung biru yang ada di rumah," jelasnya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Migas
  2. UMKM

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.