Pasca Putusan PKPU, Utang Garuda Indonesia Susut Hampir 50 Persen

Senin, 5 Desember 2022 18:05 Reporter : Merdeka
Pasca Putusan PKPU, Utang Garuda Indonesia Susut Hampir 50 Persen Garuda Indonesia. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut utang PT Garuda Indonesia (Persero) turun hampir 50 persen dari sebelumnya. Capaian ini pasca putusan menangnya maskapai dalam sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Penurunan ini dilihat jadi jumlah utang yang sebelumnya sebesar USD 10 miliar menjadi hanya USD 5,1 miliar. Angka ini buah dari kesepakatan restrukturisasi utang antara Garuda Indonesia dan para kreditor.

"Kita lihat secara equity pun itu tadinya minus 53 (persen) sekarang minus 1,5 (persen). Jadi sudah menurun jauh daripada cengkraman utang dan lain-lainnya," ungkap Erick dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (5/12).

Buah dari proses restrukturisasi juga, Erick menyebut kalau maskapai pelat merah itu bisa mencatatkan laba. Per Juli 2022, Garuda Indonesia mencatatkan laba bersih senilai USD 3,8 juta.

Atas kinerja yang semakin membaik ini, Erick kembali menyinggung soal penyertaan modal negara (PMN) bagi maskapai tersebut. Dimana dana ini akan dialokasikan untuk menunjang operasional, termasuk penambahan pesawat.

"Kenapa kemarin juga PMN bisa dilakukan tidak lain untuk mempercepat daripada keberadaan pesawat terbang yang memang dibutuhkan selama ini untuk menanggulangi harga tiket yang naik turun," sambung Erick.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo menyebut utang Garuda Indonesia turun sebesar 81 persen dengan adanya restrukturisasi. Sehingga maskapai hanya perlu melunasi 19 persen utangnya dengan skema yang telah disepakati dengan para kreditor.

Pria yang akrab disapa Tiko ini menyebut, penurunan 81 persen tersebut jika dilihat dari sisi persentase. Sementara dari sisi nilai, penurunannya hanya sekitar 50 persen dari total utang sebelum restrukturisasi.

"Untuk utang ke belakang kita kurang utang sebesar 81 persen, secara percent value ini hingga 81 persen dan sisanya recovery rate 19 persen. Meski kalau secara nilai (neraca utang Garuda) itu turun 50 persen," katanya dalam konferensi pers, Selasa (28/6).

Mengutip bahan paparannya, utang Garuda Indonesia sebelum restrukturisasi adalah sebesar USD 10,1 miliar. Sedangkan setelah restrukturisasi nilai utang Garuda Indonesia tersisa USD 5,1 miliar.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Sempat Berhenti Beroperasi, Bandara Kertajati Kembali Layani Penerbangan Umrah
Buruan, Garuda Indonesia Online Travel Fair 2022 Tawarkan Diskon hingga 80 Persen!
Beli Tiket Garuda Indonesia Kini Bisa Bayar Pakai Akulaku Paylater, Begini Caranya
Garuda Indonesia Buka Rute Penerbangan Langsung Denpasar - Seoul, Catat Jadwalnya
Respons Erick Thohir saat Garuda Indonesia Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu Se-Asia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini