Pasca Penyelundupan Harley Davidson, Kemenhub Beri Sanksi ke Garuda Indonesia

Jumat, 6 Desember 2019 11:46 Reporter : Merdeka
Pasca Penyelundupan Harley Davidson, Kemenhub Beri Sanksi ke Garuda Indonesia Menhub Budi Karya. ©2018 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan akan memberlakukan denda kepada maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia terkait penyelundupan komponen motor gede Harley Davidson dan sepeda Brompton melalui pesawat baru jenis Airbus A330-900 seri Neo.

"Ini karena spesial dan melenceng dari regulasi, seharusnya barang yang dibawa dicatat tapi tidak dicatat, maka Garuda akan didenda. Hari ini kami kirim surat dendanya," ujar Budi di Jakarta, Jumat (6/12).

Dia menjelaskan, berdasarkan peraturan standar izin penerbangan (flight approval/FA), penumpang dan barang wajib dicatat. "Berkaitan dengan FA, biasanya standar, jumlah penumpang berapa kargonya berapa, banyak sekali kita lakukan random (acak) karena ini ada yang spesial dan melenceng dari suatu kelaziman bahwa dalam FA itu barang-barang itu tidak tercatat," imbuhnya.

Sementara untuk besaran dendanya sendiri, hal tersebut akan diatur oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud). Ditjen Hubud sendiri juga telah mengumumkan akan mengenakan sanksi berupa denda ke Garuda.

Untuk pelanggaran penyelundupan barang, penegakan hukumnya berada di ranah Bea Cukai, namun dia menekankan pada izin penerbangan yang tidak mencantumkan kargo tersebut. Untuk selanjutnya, Budi akan berkoordinasi dengan pihak Bea Cukai untuk melakukan pengawasan secara intensif dalam penerbangan terutama untuk pencatatan kargo.

"Saya pikir kami akan kerja sama dengan Bea Cukai karena berkaitan dengan barang-barang yang masuk ke Indonesia itu secara intensif dilakukan oleh Bea dan Cukai namun demikian hal-hal yang berkaitan dengan regulasi, boleh tidaknya, termasuk barang yang mengandung bahaya, kita akan membuat suatu bahasan-bahasan yang lebih detil tim," katanya.

1 dari 1 halaman

Direktur Keuangan Jadi PLT Dirut Garuda Indonesia

Budi menyebut bahwa Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Fuad Rizal ditunjuk jadi Pelaksana Tugas Direktur Utama Garuda Indonesia, menggantikan sementara Ari Askhara yang dicopot karena diduga melakukan penyelundupan suku cadang motor Harley Davidson dan sepeda Brompton.

"Jadi sudah pada konfirmasi pelaksana tugas Dirut adalah Direktur Keuangan," kata Budi Karya kepada pers usai konferensi pers Transport Ministers Meeting and Related Meetings di Jakarta, dikutip Antara, Jumat (6/12).

Karena itu, untuk terkait pengawasan keselamatan penerbangan tidak masalah karena ditangani oleh Direktur Operasi dan Direktur Teknik. Pernyataan tersebut menanggapi kekosongan jabatan yang ada di posisi tertinggi organisasi Garuda, terlebih saat ini jelang musim ramai Natal dan Tahun Baru.

"Kalau 'safety' (keselamatan) adalah domain Direktur Operasi dan Direktur Maintenance, jadi sudah sesuai dengan kualifikasi, tentu keamanan tidak bermasalah," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional (Inaca) Denon Prawiraatmadja mengatakan tidak ada imbas langsung pencopotan Dirut Garuda kepada operasional penerbangan.

"Kalau jelang Natal dan Tahun Baru enggak ada dampak langsung, operasionalnya tetap berjalan seperti biasa," katanya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Direktur Keuangan Ditunjuk Jadi Pelaksana Tugas Dirut Garuda Indonesia
Selundupkan Harley Davidson, Dirut Garuda Indonesia Miliki Harta Rp 37,5 Miliar
Erick Thohir Ungkap Kronologi Harley Selundupan dari Dua Surat Ini
Masalah Garuda Indonesia, Dari Laporan Keuangan Bodong hingga Penyelundupan Harley
Angkut Harley dari Prancis, Garuda Indonesia juga Terancam Sanksi dari Kemenhub
Tak Hanya Harley Davidson, Bea Cukai Bakal Selidiki Garuda Soal Ferarri Ilegal

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini