Pasca Bencana, Jumlah Pengemudi Ojek Online di Palu Meningkat

Selasa, 20 Agustus 2019 16:01 Reporter : Siti Nur Azzura
Pasca Bencana, Jumlah Pengemudi Ojek Online di Palu Meningkat Gempa Palu. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Palu Arfan mengatakan, keberadaan ojek online (ojol) di Kota Palu, Sulawesi Tengah, membantu mengatasi dan mengurangi pengangguran pasca bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi pada 28 September 2018 lalu.

"Makanya kita patut berterima kasih dan mengapresiasi keberadaan ojol di Kota Palu ini sebab banyak pengangguran pascabencana dapat teratasi," kata Arfan di Palu, dikutip Antara, Selasa (20/8).

Menurutnya, banyak tenaga kerja di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu terserap menjadi mitra ojol, baik sebagai mitra Gojek maupun Grab dan startup ojol serupa. Termasuk mitra ojol yang sebelumnya bekerja di sejumlah perusahaan, toko atau tempat usaha yang hancur akibat gempa, tsunami dan likuifaksi yang kini tidak beroperasi.

"Saat ini Pemerintah Kota Palu tengah fokus menghidupkan dan membuka kembali UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) terutama yang sebelumnya berusaha di kawasan Teluk Palu yang terdampak tsunami," imbuhnya.

Selain itu keberadaan ojol di Kota Palu juga sangat membantu memudahkan urusan orang banyak, terlebih tarif yang dipatok dapat dijangkau oleh semua kalangan dan tidak sampai merobek kantong. Di samping itu, dia mengimbau seluruh mitra atau driver ojol agar tidak perlu malu selama pekerjaan tersebut halal dan tidak merugikan masyarakat.

"Sejak ada ojol ini urusan kita jadi sangat mudah. Pesan makanan misalnya, tidak perlu mengantre, cukup pesan lewat Grab atau Gojek tidak lama sudah datang di rumah kita," tambahnya. [azz]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini