Pariwisata Beri Pengaruh Positif Bagi Kehidupan Warga Bali

Sumber : | Minggu, 27 Mei 2007 12:21
Pariwisata Beri Pengaruh Positif Bagi Kehidupan Warga Bali
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Pariwisata Bali mulai memberikan harapan terhadap perbaikan kesejahteraan masyarakat dan memberikan positif terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat Pulau Dewata tersebut.

"Wisatawan kembali menjadikan Bali sebagai tempat berlibur yang aman dan nyaman juga disambut baik kalangan petani maupun perajin," kata Wakil Ketua DPD Asita Bali, Drs Gde Sarasastra MSI di Denpasar, Minggu (27/5).

Ia mengatakan, industri pariwisata selama ini mampu membantu melengkapi dan mempercepat pertumbuhan industri-industri lain dan tidak mengisap kekayaan alam.

Kunjungan wisatawan yang membludak itu dapat memberikan kesempatan dan menciptakan lapangan kerja di berbagai bidang yang umumnya hotel, restoran dan transportasi.

"Pramuwisata, seniman dan berbagai bidang pekerjaan lainnya juga kecipratan, termasuk petani, karena hasil produksinya berupa sayur mayur diserap pihak hotel," ujar Sarasastra.

Membaiknya tingkat kunjungan pascatragedi bom berkat berbagai upaya pemulihan citra pariwisata Bali ke berbagai negara pasar potensial.

Promosi yang dilakukan pemerintah bersama komponen pariwisata ke berbagai negara antara lain London, Malaysia, India, China, Australia, Eropa dan negara pasar potensialnya pemasok turis ke Bali mulai membuahkan hasil.

"Harapan untuk bangkitnya kembali pariwisata Bali perlu diimbangi dengan perhatian dan kesungguhan untuk membenahi sistem keamanan, penanganan masalah kebersihan, kejujuran sampai insfrastruktur yang memadai," ujar Sarasastra yang juga Direktur biro perjalanan wisata (BPW) Krisnanda Gita Jaya.

Ia menjelaskan, pariwisata Bali mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara, berkat keunikan seni budaya yang diwarisi masyarakat setempat, disamping panorama alam yang tidak ada saingannya.

Daya tarik Bali lainnya adalah rasa nyaman yang ditimbulkan dengan prilaku keramahtamahan serta sopan santun dari masyarakat setempat, kata Sarastra. (*/bun)

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE