KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Pariwisata Bali terancam tumpukan sampah di hutan mangrove

Selasa, 15 Maret 2016 11:39 Reporter : Hana Adi Perdana
Teluk Benoa. ©2016 merdeka.com/hana adi

Merdeka.com - Ketua Forum Perduli Mangrove, Steve Sumolang mengeluhkan buruknya kondisi lingkungan di Teluk Benoa. Hal itu menyebabkan pariwisata Bali terancam rusak karena menumpuknya sampah membuat Kawasan Konservasi Mangrove mati.

"Sehari ini sampah di Teluk Benoa yang ada di sini menumpuk sampai 1,3 ton. Sampah dari pelabuhan dari Daerah Aliran Sungai Tukad Rangda, Tukad Badung, Tukad Mati, Tukad Sema, dan Tukad Bualu," ujar Steve kepada merdeka.com di Teluk Benoa, Badung, Bali, Senin (14/4).

Besarnya tumpuk sampah tersebut, kata Steve, dikhawatirkan akan membuat sampah-sampah tersebut memadat dan menjadi daratan. Terhitung sejak 2013, jumlah sampah yang berada di kawasan konservasi Mangrove Teluk Benoa mencapai 300 ton. Sampah-sampah tersebut didominasi oleh sampah rumah tangga dan sampah rumah sakit.

"Luas Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai Mangrove 1.373 ha. Itu yang harus dipertahankan, karena sampah-sampah tersebut bisa mematikan mangrove jika didiamkan," kata dia.

Sementara itu, Ketua Dewan Daerah WALHI Bali, I Wayan Gendo Suardana mengaku sependapat dengan pernyataan Steve. Dirinya menyebut jika sampah-sampah yang ada di Mangrove akan mematikan kawasan konservasi tersebut dan mengancam pariwisata di Bali.

"Iya oke, itu dampak sampah. Kalau mangrove banyak sampah, sampahnya dibersihin atau teluknya diuruk?," kata Gendo.

Gendo menjelaskan, isu-isu permasalahan lingkungan kerap dimanfaatkan investor sebagai celah untuk membangun bisnisnya. Apalagi kawasan konservasi mangrove berada di Teluk Benoa yang notabene merupakan kawasan yang saat ini terus menjadi polemik terkait reklamasi Teluk Benoa.

"Ini tidak masuk akal, ini akan dikeruk habis itu air akan mengaliri mangrove, sampah-sampah dibersihkan untuk menghidupkan mangrove, yaudah lakukan itu tapi jangan ngeruk teluk seluas 700 hektar untuk membangun hotel dan fasilitas lain seolah-olah setelah mengeruk itu sampah bersih dari mangrove, sedimentasi langsung hilang," pungkas dia. [sau]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.