Pangkas Impor LPG, PGN Tambah 17.500 Jargas di Sumatera Selatan

Rabu, 28 September 2022 20:05 Reporter : Merdeka
Pangkas Impor LPG, PGN Tambah 17.500 Jargas di Sumatera Selatan Pipa Gas PGN. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Subholding Gas Pertamina melalui PT PGN Tbk menambah jaringan gas (jargas) sebanyak 2.500 sambungan rumah tangga (SR) di Kabupaten Musi Banyuasin, dan 15 ribu SR di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Proyek ini akan didanai oleh kas internal perusahaan.

Direktur Sales dan Operasi PGN Faris Aziz mengatakan, pembangunan jargas di Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyuasin ditujukan untuk menjamin ketahanan energi dan mempercepat terwujudnya diversifikasi energi, dengan memanfaatkan sumber energi dalam negeri, khususnya gas bumi untuk rumah tangga.

"PGN juga mendukung program Pemerintah Kabupatan Muba dan Banyuasin untuk mewujudkan Smart City, serta mengurangi kepadatan lalu lintas dengan mengalihkan moda transportasi gas yang semula menggunakan truk tabung gas menjadi menggunakan. Maka akan lebih hemat tempat dan tidak memerlukan distribusi menggunakan kendaraan,” kata Faris, di Jakarta, Rabu (28/9).

Subholding Gas Pertamina melalui PT PGN Tbk akan menyediakan GasKita di Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Banyuasin untuk rumah tangga dan usaha kecil beserta infrastruktur penunjangnya dengan investasi mandiri.

Faris menyebutkan, manfaat menggunakan gas bumi guna penghematan biaya energi dan kenyamanan. Selain itu GasKita memiliki keunggulan mengalir 24 jam dan pemakaiannya terukur secara otomatis oleh alat ukur meter gas yang dapat diakses melalui aplikasi PGN Mobile.

"Penggunaan gas bumi baik untuk rumah tangga dan usaha kecil dapat digunakan untuk berbagai peralatan gas. Pemasangannya akan dibantu oleh teknisi bersertifikasi sehingga keamanannya terjamin. PGN juga menyediakan fitur pengamanan yang lengkap," paparnya.

2 dari 2 halaman

Kurangi Impor LPG

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Achmad Muchtasyar mengungkapkan, penggunaan jargas yang luas di masyarakat akan dapat membantu mengurangi impor LPG, menghemat APBN, dan meningkatkan pemanfaatan TKDN minimal 45 persen.

"Gas bumi merupakan solusi bagi penyediaan energi bagi masyarakat. PGN membutuhkan dukungan dan pendampingan stakeholder, khususnya jajaran pemerintah daerah dalam membangun jargas. Hal ini selaras dengan nawa cita Presiden Joko Widodo," kata Achmad.

Jargas merupakan bagian dari nawacita Presiden Joko Widodo dan Program Strategis Nasional (PSN) yang telah ditargetkan dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Penggunaan jargas yang luas di masyarakat akan dapat membantu mengurangi impor LPG, menghemat APBN, dan meningkatkan pemanfaatan TKDN minimal 45 persen.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
PHE Dorong Produksi Migas Lebih Rendah Emisi
Harga Minyak Dunia Anjlok Tajam ke Level Terendah Sejak Januari 2022
Jurus Pertamina Tingkatkan Efisiensi dan Kepastian Proyek Pengeboran Hulu Migas
PGN Raup Laba Rp3,45 Triliun di Semester I-2022, Ini Sederet Faktor Pemicunya
Tantangan Industri Migas: Penuhi Kebutuhan yang Terus Naik dan Turunkan Emisi Karbon
Sederet Pemanfaatan Gas Alam Cair di Indonesia, Termasuk untuk Pembangkit Listrik

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini