Pandemi Dinilai Menyeret Ekonomi RI ke Jurang Krisis Berkepanjangan

Kamis, 26 November 2020 12:29 Reporter : Anisyah Al Faqir
Pandemi Dinilai Menyeret Ekonomi RI ke Jurang Krisis Berkepanjangan Ignasius Jonan. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menilai pandemi Covid-19 tidak akan selesai dalam waktu singkat. Wabah virus corona ini secara perlahan membuat terjadinya krisis yang berlangsung panjang.

"Kita di masa pandemi ini krisis pelan-pelan yang panjang," kata Jonan di Jakarta, Kamis (26/11).

Jonan mengatakan, berbagai perkiraan waktu pandemi berakhir terus meleset. Pada Maret lalu, diperkirakan pandemi akan berakhir pada bulan Juni, namun faktanya virus masih belum bisa dikendalikan.

Sebelumnya para ahli memperkirakan kasus bisa menulari 10 juta manusia. Faktanya, belum sampai akhir tahun sudah ada 60 juta kasus secara global. Begitu juga di Indonesia yang diperkirakan hanya akan menulari 400 ribu di akhir tahun, namun di bulan November ini sudah mencapai setengah juta.

"Sekarang belum akhir tahun sudah setengah juta, padahal ini karena testingnya sedikit loh," singgung Jonan.

Secara lebih rinci Jonan menyebut peningkatan kasus baru di Indonesia rata-rata sudah 4 ribuan. Korban yang meninggal akibat virus corona juga terus meningkat setiap harinya.

Mantan Dirut PT KAI ini menyarankan pandemi ini harus dihadapi dengan mental krisis. Meskipun kabar baik vaksin telah ditemukan, namun hal itu tak lantas menyelesaikan berbagai dampak yang sedang berlangsung.

Setidaknya dampak perekonomian yang terjadi harus diantisipasi selama 6 bulan ke depan pasca vaksin telah disuntikkan di Indonesia. Sebab, banyak sektor yang terganggu akibat terbatasnya interaksi masyarakat demi mencegah penularan virus. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini