Pandemi Covid-19 Kembali Cetak Miliuner Baru, Total Kekayaan Rp15,6 Triliun

Senin, 23 November 2020 07:30 Reporter : Merdeka
Pandemi Covid-19 Kembali Cetak Miliuner Baru, Total Kekayaan Rp15,6 Triliun Ilustrasi vaksin Covid-19. ©REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Merdeka.com - Perusahaan Biotek dari Massachusetts, Moderna kembali mencetak miliuner baru untuk ketiga kalinya di tahun ini. Pendatang terbaru tersebut ialah Robert Langer, professor chemical engineering (insinyur kimia) dan ilmuwan yang sangat aktif dengan lebih dari 1.000 hak paten.

Dia kini bisa menikmati kekayaan usai 3 persen saham yang dimilikinya pada Modena telah mampu mencapai nilai lebih dari USD 1 miliar.

Saham Moderna sendiri naik hampir 7 persen, sehari setelah perusahaan biotek ini mengumumkan bahwa mereka sudah mengumpulkan cukup banyak data dari uji coba fase tiga atas vaksin Covid-19 untuk nantinya bisa dianalisis oleh dewan independen.

Berita tersebut muncul tiga hari setelah Pfizer (perusahaan biofarmasi), merilis hasil positif dari tes percobaan vaksin Covid-19 yang dikembangkan bersama dengan perusahaan biotek Jerman, BioNTech.

Vaksin yang dikembangkan tersebut juga menggunakan teknologi kurir RNA, sama seperti milik Moderna, seperti melansir laman Forbes.

Forbes sendiri mengestimasi bahwa kekayaan Langer saat ini sekitar USD 1,1 miliar (Rp15,6 triliun), di mana kekayaannya tersebut berasal dari sahamnya di Moderna.

Tidak hanya itu, miliuner Langer juga mendapatkan untung dari kepemilikan saham yang lebih kecil di perusahaan startup biotek seperti Frequency Therapeutics, SQZ Biotechnologies dan Lyra Therapeutics.

Langer sendiri mengikuti jejak CEO dari Moderna, Stephen Bancel yang mempunyai nilai kekayaan lebih dari USD 2,7 miliar, dan rekan proffesor serta investor biotek, Timothy Springer dengan nilai USD 1,5 miliar. Tercatat, lahir 3 miliuner baru dari Moderna.

"Saya sangat beruntung telah bekerja sama dengan Moderna sejak awal-awal perusahaan ini berdiri," ujar Langer di sebuah email yang dikirimkan kepada Forbes.

"Saya awalnya terinspirasi dengan janji dari kurir RNA yang mempunyai potensi baru untuk pengembangan obat baru dan vaksin, dan janji tersebut pun berhasil untuk direalisasikan," tambah Langer.

Baca Selanjutnya: Saham Naik 390 Persen sejak...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Orang Kaya
  3. Corona
  4. Covid 19
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini