Pandemi Corona Buat Pria Mantan Pedagang Daging Beku Ini Jadi Orang Kaya Dunia

Senin, 20 April 2020 07:00 Reporter : Merdeka
Pandemi Corona Buat Pria Mantan Pedagang Daging Beku Ini Jadi Orang Kaya Dunia Ilustrasi orang kaya. ©2019 Merdeka.com/Pexels

Merdeka.com - Kisah hidup Lim Hock Chee ini menjadi bukti bahwa untuk hidup kaya raya butuh proses dan kerja keras. Pada awalnya, Lim Hock Chee dan sang istri hanyalah penjual daging babi beku di kios sewaan pada sebuah toko grosir. Siapa sangka, lebih dari 35 tahun kemudian, keluarganya kini menguasai 61 supermarket yang ada di Singapura dan masuk jajaran orang terkaya negara itu bahkan dunia.

Saham Sheng Siong Group Ltd., bahkan mampu bersaing dengan Amazon.com Inc. Saham perusahaan mencetak rekor, dengan naik lebih dari 30 persen sejak penutupan terendah di 19 Maret 2020.

Kenaikan saham dipicu meningkatnya masyarakat berbelanja supermarket, di tengah langkah pemerintah memberlakukan kebijakan lockdown demi mencegah virus corona.

Bahkan kekayaan total keluarga, di mana 57 persen dipegang Lim dan dua saudara lelakinya, telah melonjak menjadi USD 1,1 miliar (Rp17,2 triliun), menurut Bloomberg Billionaires Index.

Bisnis Lim mulai berkembang ketika dia dan saudaranya mengambil alih supermarket tempat kios dagingnya berada dan mengubahnya menjadi toko Sheng Siong pertama pada 1985. Kini, tak hanya supermarket, bisnis mereka juga menjamah ke dunia perbankan digital di Singapura.

1 dari 1 halaman

Jarang Tersorot Media

media rev2

Namun juru bicara Sheng Siong mengatakan jika keluarga ini menolak mengomentari lonjakan kekayaannya. Memang, keluarga ini pernah menjadi sorotan media pada tahun 2014, ketika ibu mereka diculik.

Meski akhirnya sang ibu dibebaskan tanpa cedera setelah Lim membayar tebusan, dan penculiknya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Lim diketahui menambah kepemilikan saham pada bulan lalu melalui rekening bersama dengan istrinya. Dia mungkin telah belajar satu atau dua hal dari wabah sebelumnya.

"Ketika orang-orang menjauh dari restoran selama SARS, kami menikmati bisnis yang tumbuh karena lebih banyak orang mulai membeli makanan untuk memasak di rumah," katanya dalam wawancara 2008 dengan Straits Times.

Diketahui, perusahaan Lim mampu membukukan laba bersih sebesar SDG 75,8 juta (USD 53,1 juta) pada 2019, dengan pendapatan sebesar SDG 991,3 juta.

Reporter: Pipit Ika Ramdhani

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Indonesia Bisa Tiru Negara-Negara Ini dalam Tangani Virus Corona
Kisah Empat Bersaudara di Singapura Berada di Garis Depan Lawan Covid-19
Dampak Corona, Singapura Beri Bantuan Tunai Rp9 Juta Bagi Warga di Atas 21 Tahun
Konglomerat Indonesia Sumbang Rp5,7 Miliar ke Singapura buat Tangani Corona
WNI Lansia Meninggal di Singapura karena Corona, Sebelumnya Berada di Tanah Air

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini