Paling Laku, Kenaikan Harga Tempe Tahu Bikin Pusing Pengusaha Warteg

Sabtu, 9 Januari 2021 13:30 Reporter : Sulaeman
Paling Laku, Kenaikan Harga Tempe Tahu Bikin Pusing Pengusaha Warteg Warteg New Normal. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Ketua Koordinator Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara), Mukroni, menyebut kenaikan harga kedelai impor menjadi beban tersendiri bagi pelaku usaha warteg. Sebab, dengan harga kedelai yang melonjak membuat harga jual tahu dan tempe ikut meroket di pasaran.

"Kenaikan harga kedelai impor ini menjadi beban tersendiri lah buat kita orang warteg. Kan ini akibatnya harga tahu dan tempe juga jadi naik di pasaran," keluhnya saat dihubungi Merdeka.com, Sabtu (9/1).

Dia menyebut, dengan kenaikan harga tahu dan tempe otomatis membuat biaya produksi menjadi lebih meningkat. Menyusul kenaikan harga jual kedua pangan tersebut mencapai hingga 20 persen.

"Untuk tempe yang ukuran sedang tadinya bisa Rp5.000 sekarang Rp7.000. Tahu juga sama biasa kita beli Rp4.000 jadi naik ke Rp6.000. Otomatis kita naik juga biaya produksinya mas," tegasnya.

Baca Selanjutnya: Tempe Tahu Paling Laku...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini