Pakai gas bumi, pengusaha di Kampung Kue Surabaya hemat 50 persen

Senin, 28 Agustus 2017 11:45 Reporter : Saugy Riyandi
Pakai gas bumi, pengusaha di Kampung Kue Surabaya hemat 50 persen aktivitas distribusi Gas Bumi lewat jaringan pipa. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperluas jaringan gas bumi di berbagai daerah, sehingga manfaat bahan bakar gas bumi semakin banyak dinikmati masyarakat. Salah satunya seperti pengusaha kue skala Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Surabaya, Jawa Timur.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama mengungkapkan, pada awal Agustus ini Kementerian ESDM melalui penugasan ke PGN juga telah memulai pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga di Kota Bandar Lampung sebanyak 10.321 sambungan gas.

"Tahun ini, PGN ditugaskan untuk membangun jaringan gas ke rumah tangga sebanyak 26.000 sambungan yang tersebar di Mojokerto, Bandar Lampung, DKI Jakarta dan Musi Banyuasin," kata Rachmat dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/8).

Salah satu pengusaha UMKM yang menggunakan gas bumi adalah Sumiatun. Pemilik usaha kue Kreasi Fitri di daerah Rungkut Lor Surabaya ini mengaku bisa banyak berhemat untuk keperluan memasak kue serta bisa menggunakan gas untuk memasak secara terus menerus tanpa kuatir kehabisan ketika sedang proses memasak kue.

"Manfaat bahan bakar gas bumi ini memang besar buat saya, karena bisa dibilang tiap hari produksi. Baik kue basah maupun kue kering," ujar Sumiatun.

Dalam sehari, dia bisa memproduksi ratusan hingga ribuan kue basah. Melihat banyaknya jenis kue yang diproduksi, tentu saja energi untuk bahan bakar yang dibutuhkan sangat besar.

Sumiatun mengatakan, ketika mengawali usahanya dia mengandalkan gas LPG 3 kg untuk berproduksi. Saat itu, minimal dalam satu minggu dia harus dua kali mengganti tabung. Sehingga, rata-rata dalam satu bulan dia membutuhkan 8 hingga 10 tabung LPG 3 kg dengan harga Rp 136.000 hingga Rp 170.000.

Namun sejak beralih menggunakan gas bumi dari PGN, biaya yang ia keluarkan untuk energi terpangkas hampir 50 persen, hanya sekitar Rp 70.000 hingga Rp 90.000 saja per bulan.

Ibu tiga anak ini menuturkan, selain karena lebih hemat, menggunakan gas PGN ini juga dirasakan lebih aman. "Kalau pakai LPG sebenarnya saya masih takut kalau dengar berita ada yang meledak-meledak itu," ujarnya.

Saat ini untuk wilayah Jawa Timur, PGN telah melayani 27.170 pelanggan rumah tangga, 209 pelanggan komersial, dan 475 pelanggan industri.

Secara nasional PGN telah memasok lebih dari 1.658 industri besar dan pembangkit listrik, lebih dari 1.930 pelanggan komersial dan 204.000 pelanggan rumah tangga yang tersebar di 19 kabupaten/kota di 12 provinsi di seluruh Indonesia. [sau]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini