Pabrik Baterai Lithium Dibangun di Morowali, Pemerintah Mulai Hitung Potensi Pasar

Jumat, 7 Desember 2018 13:15 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Pabrik Baterai Lithium Dibangun di Morowali, Pemerintah Mulai Hitung Potensi Pasar Luhut Pandjaitan. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Pabrik baterai lithium dengan bahan dasar nikel akan segera dibangun di Morowali. Peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan pabrik akan dilakukan pada 11 Januari 2019 dengan investasi awal bernilai USD 700 juta.

Sejumlah investor asing yang bekerjasama dengan Indonesia dalam pendirian pabrik ini antara lain GEM (perusahaan daur ulang baterai), Tsingshin Group, CATL (perusahaan baterai terbesar di Cina) dan Hanwa (perusahaan Jepang). Sementara investor dari Indonesia ialah Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, saat ini pemerintah tengah mengkaji potensi pasar dan komposisi produksi di pabrik tersebut.

"Sekarang kita bilang kamu boleh investasi, marketnya lagi kami hitung berapa yang dalam negeri dan berapa yang ekspor. Jadi nanti baterai mobil, motor, baterai untuk solar panel dan kita akan menjadi pemain global. Jadi kita akan atur," kata dia, di Kantornya, Jakarta, Kamis (6/12).

Ini perlu dilakukan agar produksi dapat terserap dan tepat guna. Selain itu tentu agar ada diverifikasi produk yang dihasilkan oleh pabrik dengan total nilai investasi USD 4,3 miliar tersebut.

"Jadi tidak lagi nikel jadi stainless steel. Kita hitung sekarang oleh tim. Berapa persen yang mau kita bikin stainless steel, berapa yang jadi lithium battery, karena sebagai alternatif energi," jelas dia.

Diketahui, investasi ditanamkan untuk membangun nickel smelting yang dapat memproduksi 50 ribu ton per tahun. Selain itu, akan dibangun pula nickel hydroxites dan cobalt smelting dengan kapasitas produksi sebesar 4 ribu ton per tahun. Indonesia diharapkan menjadi pemimpin terkait lithium baterai di dunia.

"Sangat bisa diekspor. Kan kita tidak bisa gigit (gunakan) semua itu," tegas mantan Kepala Staf Kepresidenan ini.

Luhut mengklaim bahwa kehadiran pabrik baterai lithium ini akan sangat berguna bagi sektor kelistrikan. Sebab baterai yang dihasilkan memiliki banyak manfaat.

"Kalau itu jadi sekarang (pengembangan)mobil listrik jadi lebih gampang. Solar panel kalau malam tidak bisa berfungsi. Sekarang sudah disimpan dengan baterai lithium ini sudah bisa. Ini juga bisa di-recycle," imbuhnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini