ORI016 Tawarkan Bunga 6,8 Persen, Incar Investor Ritel

Rabu, 2 Oktober 2019 12:53 Reporter : Wilfridus Setu Embu
ORI016 Tawarkan Bunga 6,8 Persen, Incar Investor Ritel Direktur Surat Utang Negara Loto S Ginting. ©Humas Kemenkeu

Merdeka.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali merilis Surat Berharga Negara (SBN) berupa Obligasi Negara Ritel (ORI) Seri ORI016. ORI016 ini diperuntukkan bagi warga negara Indonesia (WNI) dengan tujuan meningkatkan investor lokal.

"Kami berikan ORI016 ini istimewa hanya untuk individu WNI, tidak untuk asing atau perusahaan. Sebab kalau ini diperbolehkan untuk mereka, mungkin bapak ibu sudah kehabisan stok," kata Direktur Surat Utang Negara Kemenkeu Loto S Ginting, dalam peluncuran ORI016 di The Goods Dinner, Jakarta, Rabu (2/10).

Para calon investor, kata dia, dapat membeli ORI016 dengan minimal pemesanan Rp1 juta dan maksimum pemesanan untuk setiap investor individu sebesar Rp3 miliar. Pemerintah memberikan kupon dari ORI016 ini sebesar 6,8 persen per tahun dengan jenis kupon fixed rate. Pemerintah menargetkan dapat mengkoleksi dana dari investor sebanyak Rp3 triliun.

Masa penawaran dari ORI016, jelas dia, dimulai 2 Oktober 2019 pukul 09.00 WIB hingga 24 Oktober 2019 pukul 10.00 WIB. Pemesanan dapat dilakukan oleh calon investor melalui mitra distribusi yang telah ditunjuk oleh pemerintah dengan cara online. Hal ini diharapkan akan semakin memudahkan investor yang akan melakukan pemesanan.

Dijelaskannya jatuh tempo dari SBN ini 15 Oktober 2022. Sementara untuk waktu setlement akan dilakukan pada 30 Oktober mendatang. Loto berharap agar investor individu domestik dapat memanfaatkan momentum ini untuk berinvestasi.

Pemesanan ORI016 dapat dilakukan melalui mitra yaitu Perbankan, perusahaan efek dan perusahaan finance technologi (fintech). Adapun perbankan yang menjadi agen pemasaran ORI016 yaitu BBCA, BMRI, BBNI, BNLI, BBRI, BBTN, Maybank, CIMB Niaga, OCBC NISP, Panin Bank, Bank DBS Indonesia, HSBC Indonesia, UOB Indonesia, dan Bank Commonwealth.

Sementara untuk pemesanan melalui perusahaan efek yaitu lewat PT Trimegah Sekuritas Indonesia TBK, PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas dan PT Bank Mandiri Sekuritas. Sementara melalui fintech dapat melalui PT Bareksa Portal Investasi, Tanamduit, Invisee, Investree dan Modalku.

"Ada 3 agen penjual di pasar perdana yaitu perbankan, perusahaan efek dan fintech. Silahkan memesan melalui website mereka," ujar Loto.

Dia pun menegaskan bahwa investasi melalui instrumen ORI016 ini dijamin oleh negara sehingga investor tidak perlu khawatir pemerintah akan gagal bayar pokok atau kuponnya. Dipastikan pembayaran kupon akan dilakukan secara tepat waktu setiap bulannya yaitu tanggal 15. Dia menilai ORI016 ini memiliki potensi yang sangat menguntungkan lantaran minim risiko.

"Risiko gagal bayar tidak ada, risiko likuiditas tidak ada karena bisa diperdagangkan di pasar sekunder, lalu risiko pasar perubahan harga obligasi memang ada. Tapi dengan kondisi global suku bunga trennya turun maka value harga ORI akan naik, kalau naik maka justru akan berpotensi dapat capital gain," tandasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini