Orang kaya makin kaya, bagaimana dengan orang miskin?

Rabu, 19 September 2012 08:02 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Orang kaya makin kaya, bagaimana dengan orang miskin? pengemis. Warren Goldswain / Shutterstock.com

Merdeka.com - Sebuah penelitian mengenai orang kaya di dunia, Wealth-X baru-baru ini mengeluarkan laporan yang menyebutkan beberapa negara yang mengalami kenaikan kemakmuran atau orang kaya di negara tersebut. Hasilnya cukup mengejutkan. Sebab, Indonesia tercatat mengalami peningkatan jumlah nilai kekayaan yang tertinggi di dunia.

Jumlah masyarakat Indonesia yang mempunyai kekayaan di atas USD 30 juta (Rp 285 miliar) berjumlah 785 orang. Jumlah tersebut naik 4,7 persen bila dibandingkan jumlah tahun lalu.

Bila kekayaan tersebut dijumlah, maka ditemukan hasil USD 120 miliar (Rp 1.100 triliun). Harta orang kaya di Indonesia semakin banyak. Jumlah kekayaan orang kaya di Indonesia tersebut naik 41,2 persen dibanding tahun lalu. Angka tersebut juga menjadikan Indonesia sebagai negara dengan orang kaya yang makin kaya tertinggi di dunia.

Jika orang kaya semakin kaya, bagaimana dengan orang miskin? Selama ini, yang digunakan sebagai tolak ukur melihat distribusi pendapatan atau kekayaan masyarakat adalah gini rasio. Indeks tersebut mengukur seberapa lebar jurang antara orang kaya dan orang miskin. Indeks tersebut juga kerap digunakan sebagai tolak ukur untuk menilai kinerja pemerintah memberantas kemiskinan.

Jika angka gini rasio nol, maka bisa diartikan sudah terjadi pemerataan pendapatan di masyarakat. Sebaliknya jika angka gini rasio mendekati 1(satu) maka ketimpangan pendapatan terlihat jelas.

Berdasarkan data badan Pusat Statistik (BPS), angka gini rasio pada tahun 2011 mencapai 0,41. Angka ini dinilai sangat tinggi dan mencerminkan ketimpangan pendapatan yang sangat besar. Sebab, pada 2010 gini rasio Indonesia hanya 0,38. Sedangkan pada tahun 2009, angka gini rasio di level 0,357. Tahun 2002, gini rasio masih 0,32.

Berangkat dari data gini rasio tahun 2012 dan 2011, bisa terlihat peningkatan gap pendapatan masyarakat. Orang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin. Terlebih jika disandingkan dengan laporan penelitian yang dipaparkan Wealth-X mengenai peningkatan harta orang kaya di Indonesia.

Melebarnya jurang pendapatan masyarakat sempat menjadi bahan perdebatan saat rapat kerja antara pemerintah dengan Komisi XI DPR, pekan lalu. Saat itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana menceritakan, pada 2005 gini rasio meningkat drastis karena faktor eksternal berupa melonjaknya harga minyak dunia yang pada akhirnya memaksa pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.

"Faktor yang mempengaruhinya banyak, tidak sepenuhnya domestik, banyak juga dipengaruhi faktor eksternal. Faktor yang mempengaruhinya bisa individu, karena kesempatan, bisa juga yang sifatnya karena kebijakan," ujar Armida beberapa waktu lalu.

Armida menuturkan, semakin tingginya angka gini rasio tidak serta merta menggambarkan semakin tidak meratanya pembangunan dan pendapatan masyarakat. Dalam penjelasannya, tingginya angka gini rasio disebabkan karena laju peningkatan pendapatan per kapita masyarakat miskin yang tidak secepat masyarakat golongan menengah ke atas.

[noe]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Orang Terkaya
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini