Operator Transportasi Bakal Rugi Jika Langgar Protokol Kesehatan

Rabu, 17 Juni 2020 14:04 Reporter : Sulaeman
Operator Transportasi Bakal Rugi Jika Langgar Protokol Kesehatan angkutan umum. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati mengatakan, bahwa pelanggaran terkait pengoperasian moda angkutan umum di tengah pandemi Covid-19 merupakan kerugian besar bagi operator transportasi. Sebab, aksi tersebut dapat mencederai kepercayaan dari pengguna transportasi umum.

"Sebenarnya apabila terjadi pelanggaran, itu mereka sendiri yang dirugikan. Ini sekarang kan semua harus bisa menjaga kepercayaan masyarakat," tegas dia saat menggelar video conference, Rabu (17/6).

Untuk itu, dia mengingatkan agar seluruh operator transportasi harus bisa menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam pengoperasian di masa transisi new normal, khususnya terkait batas maksimal penumpang.

Bahkan, pihaknya sejak awal tegas untuk memberikan penalti atau hukuman bagi operator nakal. Adita menyebut, ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 41 tahun 2020.

"Sanksinya kan tegas yang teringan itu hanya teguran. Sedangkan sanksi tertinggi berupa denda atau penalti," imbuhnya.

Untuk itu, dirinya mengimbau seluruh operator transportasi darat, udara, laut maupun perkeretaapian harus tegas menerapkan protokol kesehatan. Cara ini agar mempertahankan kepercayaan masyarakat selaku pengguna.

Pun, Adita mengungkapkan kepada masyarakat untuk mengikuti seluruh peraturan yang sudah ditetapkan operator transportasi terkait dengan protokol kesehatan. Sebab, partisipasi masyarakat diperlukan dalam menciptakan perjalan transportasi yang bebas penyebaran Covid-19. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini