Omzet Penampung Uang Rusak di Lebak Naik Saat Pandemi Corona

Kamis, 22 Oktober 2020 11:35 Reporter : Siti Nur Azzura
Omzet Penampung Uang Rusak di Lebak Naik Saat Pandemi Corona uang rusak. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Omzet pendapatan penampung uang rusak di Kabupaten Lebak, Banten meningkat di tengah pandemi covid-19, sehingga mampu menyumbangkan ekonomi keluarga. Seorang penampung uang rusak, Saripudin mengatakan, penghasilannya bisa meningkat 2 kali lipat mencapai Rp225.000 dari sebelumnya sebesar Rp75.000 per hari.

"Kami sejak pandemi covid-19 bisa menghasilkan dua kali lipat dibandingkan biasanya," kata Saripudin dikutip Antara, Kamis (22/10).

Dia menjelaskan, untuk mendapatkan uang rusak itu dengan berkeliling masuk kampung keluar kampung hingga 20 kilometer berjalan kaki tiap hari. Selama berkeliling itu dengan menawarkan pada warga yang memiliki uang rusak, seperti sobek, hilang warna, dan lusuh, sehingga bisa dibelinya.

"Kami hari ini menampung uang rusak sebesar Rp750 ribu dengan meraup keuntungan sekitar 30 persen atau Rp220 ribu," imbuhnya.

Menurut dia, penampungan penjualan uang rusak rata-rata keuntungannya mencapai 30 persen dari nilai total uang rusak. Apabila, menampung uang rusak sebesar Rp1 juta, maka dijual ke bandar di Kota Serang bisa menghasilkan Rp300 ribu.

Selama ini, penampungan uang rusak dari warga cukup banyak, mulai uang kisaran pecahan Rp2.000 sampai Rp100 ribu. Pekerjaan yang digeluti 10 tahun itu, kerap menerima uang palsu karena tidak memiliki alat deteksi keaslian uang tersebut.

"Kami sekarang penuh hati-hati jika menampung uang rusak itu, karena khawatir tertipu," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Uang dalam Kondisi Lusuh Hingga...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Rupiah
  3. Uang
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini