Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Omzet pasar organik sanggup tembus Rp 20 juta hanya dalam 5 jam

Omzet pasar organik sanggup tembus Rp 20 juta hanya dalam 5 jam Ilustrasi sayur organik. ©shutterstock.com/Goodluz

Merdeka.com - Saat ini, sedikit sekali bahan makanan yang tidak mengandung zat kimia. Produk sayuran yang beredar di masyarakat telah terkontaminasi zat kimia berupa pestisida dan pupuk buatan. Sumber makanan hasil ternak tidak kalah terkontaminasinya, sebut saja ayam broiler yang disuntikkan hormon agar ayam cepat besar.

Masyarakat seakan tidak punya pilihan, karena untuk mendapatkan bahan makanan organik, perlu merogoh kocek lebih dalam. Melihat kondisi demikian, Komunitas Organis Indonesia (KOI) berinisiatif menyelenggarakan Pasar Organis Jakarta yang berlokasi di Jalan Sunda, Thamrin, Jakarta (POJ).

Ketua penyelenggara POJ Emil Christopher mengatakan, POJ merupakan upaya dari KOI mempertemukan produsen bahan pangan organik dan konsumen. "Pasar organik itu tiap minggu, setiap car free day. Kita tujuannya mempertemukan produsen dengan konsumen. Ini sudah minggu kelima. Kita mulai pasar organik dari 29 Desember 2013. Peserta dari Komunitas Organik Indonesia (KOI) ada sekitar 120-an, tapi kan gak semua ikut pasar, yang bergabung di pasar organik sekitar 15-20an," papar Emil kepada merdeka.com, Minggu (26/1).

Sejak dimulai pada 29 Desember 2013, POJ kini sudah menghasilkan omzet hingga Rp 20 juta setiap penyelenggaraan. "Omzet Pasar Organik Jakarta awal belum banyak, tapi sekarang bisa sampai Rp 15-20 juta. Padahal hanya dari jam 6.00-11.00 tiap minggu," kata Emil.

Emil mengatakan, penyelenggara mematok harga sewa booth sebesar Rp 300.000 per peserta. Namun, kebijakan tersebut berubah. "Tadinya panitia menerapkan bayar stand Rp 300.000, tapi kita ubah agar tidak memberatkan, yang penting kriteria barang dagangan sesuai, sekarang sistemnya sharing profit 20 persen dari pendapatan mereka," ungkap Emil.

Emil memaparkan, POJ hanya membolehkan peserta menjual bahan pangan organik, seperti sayuran, kentang, cabe, ayam, dan beras. "Bahan makanan olahan seperti nugget, jamu-jamuan, kerajinan tangan dari kain perca, kosmetik ada pabriknya di Bali," tutur Emil.

Ke depan, lanjut Emil, POJ akan dikembangkan di lima titik di Jakarta dan akan menyebar ke kota-kota lain di Indonesia. "Target kita lebih ke barang, petani ini banyak, mereka bingung dipasarkan kemana, konsumen juga banyak tapi bingung beli dimana karena harganya mahal. Kita ingin sebar ke lima titik di Jakarta, bahkan ke kota-kota lain di Indonesia. Tapi kita rapikan dulu infrastrukturnya. Nanti di Pasar Jaya juga kita akan dikasih sudut khusus bahan pangan organik," tutup Emil.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Blusukan di Pasar Palembang, Ganjar Pranowo Kaget Harga Daging Mahal
Blusukan di Pasar Palembang, Ganjar Pranowo Kaget Harga Daging Mahal

Ganjar pun membeli beberapa sayuran untuk dibawa pulang. Sontak itu membuat pedagang antusias melayaninya.

Baca Selengkapnya
Jadi Salah Satu Pasar Tertua di Bandung, Ini Sederet Daya Tarik Pasar Baru Trade Center
Jadi Salah Satu Pasar Tertua di Bandung, Ini Sederet Daya Tarik Pasar Baru Trade Center

Dari aneka pakaian sampai makanan tradisional bisa dijumpai di Pasar Baru Trade Center. Harganya bisa ditawar dan tak bikin kantong bolong.

Baca Selengkapnya
Harga Bahan Pokok Naik, Pria Ini Hanya Sanggup Beli Seikat Kangkung dan Dua Telur untuk Sahur 9 Anggota Keluarga
Harga Bahan Pokok Naik, Pria Ini Hanya Sanggup Beli Seikat Kangkung dan Dua Telur untuk Sahur 9 Anggota Keluarga

Seikat kangkung dan 2 telur ini untuk makan sahur 9 anggota keluarganya.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Pengemudi Ojol Jadi Sorotan Usai Tiap Hari Beri 'Oleh-oleh' ke Penumpang dari Susu Sampai Masakan Istri
Pengemudi Ojol Jadi Sorotan Usai Tiap Hari Beri 'Oleh-oleh' ke Penumpang dari Susu Sampai Masakan Istri

Pengemudi Ojol banjir sorotan usai bagikan 'oleh-oleh ke penumpang. Simak informasinya.

Baca Selengkapnya
Harga Pangan di Jakarta Naik, Ternyata Ini Penyebabnya
Harga Pangan di Jakarta Naik, Ternyata Ini Penyebabnya

Ada beberapa harga komoditas bahan pangan yang mengalami kenaikan antara lain, beras, telur ayam, daging ayam, dan gula pasir.

Baca Selengkapnya
6 Makanan Murah yang Bagus untuk Atasi Pegal-Pegal setelah Olahraga
6 Makanan Murah yang Bagus untuk Atasi Pegal-Pegal setelah Olahraga

Mulai dari semangka, telur, susu, kentang, sampai labu.

Baca Selengkapnya
Mengunjungi Basemen Alun-alun Kota Bandung yang Jadi Spot Kuliner Baru, Suguhkan 140 Lapak Makanan
Mengunjungi Basemen Alun-alun Kota Bandung yang Jadi Spot Kuliner Baru, Suguhkan 140 Lapak Makanan

Ada 140 lapak kuliner, mulai dari makanan ringan sampai makanan berat tersedia dengan harga yang terjangkau.

Baca Selengkapnya
Serunya Ngabuburit di Pasar Ramadan Yogyakarta, Banyak Makanan Minuman Lezat Harga Merakyat
Serunya Ngabuburit di Pasar Ramadan Yogyakarta, Banyak Makanan Minuman Lezat Harga Merakyat

Ada banyak pasar ramadan yang bisa dikunjungi sambil menunggu bedug magrib

Baca Selengkapnya
FOTO: Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam Potong Melonjak hingga Rp45.000 per Kg
FOTO: Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam Potong Melonjak hingga Rp45.000 per Kg

Melansir data panel harga dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Komoditas daging ayam ras melonjak paling tinggi.

Baca Selengkapnya