Omzet Menurun, Pedagang Sebut Pamor Bunga Sebagai Hadiah Turun

Kamis, 14 Februari 2019 11:33 Reporter : Merdeka
Omzet Menurun, Pedagang Sebut Pamor Bunga Sebagai Hadiah Turun Pedagang Bunga Mawar di Rawa Belong. ©2019 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Pedagang bunga di Pasar Bunga Rawa Belong mengeluhkan penurunan omzet dalam beberapa waktu terakhir. Pedagang menyebut hal ini akibat penurunan minat bunga sebagai hadiah.

Salah seorang penjual bunga aster, Rudi (21), mengungkapkan omzet berdagang bunga hingga hari ini turun drastis, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Rudi hanya bisa meraup ratusan ribu Rupiah saja dari hasil penjualan bunganya. Dia memperkirakan, minat orang-orang terhadap bunga sebagai hadiah tidak sebesar dulu.

"Dulu banyak yang beli, biasanya untuk kasih ke kerabat, saudara, gitu. Tapi sekarang sudah jarang, orang-orang sudah lebih milih hadiah lain daripada bunga kayaknya," ungkapnya pada liputan6.com, Jakarta, Kamis (14/2).

Meski Hari Valentine membawa berkah bagi sejumlah penjual bunga di Pasar Bunga Rawa Belong, namun, hal yang sama tidak terjadi pada pedagang bunga aster. Penjualan bunga asternya tidak jauh berbeda dari hari-hari biasa. Bahkan Valentine tahun lalu, orderan asternya cenderung stabil, hampir sama seperti Valentine tahun ini.

"Kalau aster sih memang tidak begitu diminati buat Valentine mbak. Yang banyak itu mawar," ujarnya.

Valentine tahun ini, Rudi menaikkan harga bunga asternya, dari yang semula Rp 15.000 menjadi Rp 20.000. Dia mengklaim, harga satu ikat bunganya sama seperti harga satu tangkai bunga mawar segar.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6 [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini