Ombudsman Ungkap Alasan Pertamina Tak Turunkan Harga BBM

Selasa, 26 Mei 2020 17:02 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Ombudsman Ungkap Alasan Pertamina Tak Turunkan Harga BBM SPBU Abdul Muis. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Anggota Ombudsman RI, Laode Ida, mengungkapkan alasan mengapa Pertamina tidak menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di saat harga minyak dunia alami penurunan serta merebaknya pandemi COVID-19. Setidaknya ada 3 alasan pokok dari Pertamina.

Laode mengatakan pihak direksi PT Pertamina telah secara proaktif bersilaturahmi secara virtual dengan pimpinan dan insan Ombudsman pada Selasa (19/5) dengan secara khusus menyampaikan sejumlah alasan mengapa harga BBM tak diturunkan. Termasuk agenda peniadaan penggunaan BBM Premium di Pulau Jawa pada tahun 2020 ini.

"Setidaknya yang saya tangkap dari penjelasan Pertamina, ada tiga alasan pokok mengapa harga BBM tidak turun," ujar Laode seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Selasa (26/5).

Pertama, kata dia, bahwa harga pokok BBM yang dijual di Indonesia sekarang ini adalah harga sebelum turunnya harga BBM dunia. Jadi kalau dijual dengan harga murah, sudah pasti Pertamina akan mengalami kerugian besar. Dan sebagai BUMN, niscaya hal itu tidak mungkin dilakukan.

Kedua, harga BBM dunia terus berfluktuasi (naik-turun). Pada hari dimana direksi PT Pertamina memberikan penjelasan secara virtual pada ombudsman, misalnya, harga BBM dunia menanjak naik di atas angka tiga puluhan dolar AS per barel.

Ketika aktivitas sosial ekonomi masyarakat dunia akan berangsur normal, niscaya harga BBM juga akan berangsur naik.

Ketiga, jika harga BBM diturunkan dan terjadi kerugian besar di pihak PT Pertamina, maka niscaya juga akan terjadi pengurangan tenaga kerja atau Pemutusan Hubungan Kerja.

"Tentu hal ini tidak dikehendaki. Saya turut apresiasi PT Pertamina yang hingga sekarang tidak ada PHK. Karena jika PT Pertamina mengalami kerugian dengan menurunkan harga BBM, maka akan semakin menambah barisan warga bangsa ini yang terkena PHK akibat wabah virus corona yang konon jumlahnya sekarang sudah berada di atas angka dua jutaan orang," ujar Laode.

Baca Selanjutnya: Premium di Jawa Akan Dihilangkan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini