OJK Segera Rampungkan 'Rambu-Rambu' Investasi Asuransi Unit Link

Rabu, 21 April 2021 17:11 Reporter : Idris Rusadi Putra
OJK Segera Rampungkan 'Rambu-Rambu' Investasi Asuransi Unit Link asuransi. igiftblog

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera merampungkan penyempurnaan aturan yang nantinya akan memberikan semacam 'rambu-rambu' terkait investasi yang dilakukan oleh perusahaan asuransi dalam produk asuransi yang dikaitkan investasi (PAYDI) atau dikenal sebagai unit link.

"Itu benar aturannya sedang kita buat. Ini mohon maaf agak lama karena diskusinya cukup panjang dengan asosiasi. Ya karena terus terang ya mereka tentunya akan sangat keberatan kalau banyak diatur. Nah kalau kami kan dua sisi, kami kan mau lindungi dari sisi konsumennya juga, cuma kami tidak mau mematikan lini usaha ini nih gimana. Kita lagi cari keseimbangannya," kata Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK, Ahmad Nasrullah saat diskusi dengan awak media secara daring di Jakarta, Rabu (21/4).

Ahmad menilai, terkait persoalan investasi dalam produk unit link, di satu sisi nasabah memang telah memilih dan setuju dananya ingin ditempatkan sesuai dengan profil mereka, namun di sisi lain kebijakan investasi sendiri dan penempatannya tetap saja dilakukan oleh perusahaan asuransi itu sendiri sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan.

"Itu yang ada 'missed' di situ. Di satu sisi ini dia sudah dipilih oleh peserta tapi yang nempatin nanti perusahaan. Idealnya itu berjalan lancar, cuma ada satu dua, terus terang ini kasus saja. Karena tidak ada aturannya ya kan orang itu bilang beli saham, ya saya belikan saham ini. Kebetulan saham yang dibelikan saham itu saham spekulatif, ya nanti ujung-ujungnya rugi lah nasabah. Nah perusahaan asuransi berdalih nah anda kan sudah pilih saham. Nah ini yang mau kita hindari," kata Ahmad.

Dia mengatakan, beleid terkait investasi oleh perusahaan asuransi tersebut kini tengah dalam proses harmonisasi dan tinggal finalisasi. Diharapkan pada kuartal II 2021 beleid tersebut sudah dapat diterbitkan.

"Mudah-mudahan, ini sudah mendekati final. Ini nanti kira-kira akan kita buat meski gak rigid, karena OJK tidak boleh rigid juga. Misalnya naruh di saham harus di saham LQ45, gak boleh rigid begitu juga, kita kan harus fair juga. Nanti kita mau kasih rambu-rambu apa yang boleh dibeli perusahaan kalau dia pilih ini kira-kira. Atau paling tidak kita akan bilang pastikan lagi ke orang itu anda pilih ini saya beliin ini oke gak, jadi gak "lu uda pilih di saham terserah gua dong beli sahamnya". Nanti kita akan ada rambu-rambu," ujar Ahmad.

Ahmad menegaskan, OJK tidak menyepelekan pengaduan nasabah soal produk unit link yang dilaporkan oleh nasabah, namun otoritas meminta permasalahan itu disikapi secara proporsional.

Apabila nantinya perusahaan asuransi terbukti bersalah, ia mengatakan OJK juga tidak akan segan mengenakan sanksi, namun di sisi lain hebohnya pemberitaan terkait hal tersebut diharapkan tidak mematikan industri asuransi.

Baca Selanjutnya: Keseimbangan Konsumen dan Industri...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. OJK
  3. Asuransi Jiwa
  4. Asuransi
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini