OJK sebut perbankan belum paham potensi wisata syariah

Selasa, 3 Juni 2014 12:26 Reporter : Novita Intan Sari
OJK sebut perbankan belum paham potensi wisata syariah Pariwisata. (c) Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut perbankan syariah masih minim pengetahuan terkait menggenjot potensi wisata syariah di Indonesia. Padahal pelbagai lembaga survei dan pemerintah sudah mengakui besarnya potensi bisnis yang berlandaskan nilai-nilai Islam ini.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad mengakui potensi wisata syariah di Indonesia memang menjanjikan namun tak sejalan dengan perkembangan perbankan syariah. Bahkan keuangan syariah dinilai tak bisa merespon peluang yang ada.

"Sangat di bawah (kinerja pembiayaan pariwisata syariah) belum memuaskan. Saya pikir pengetahuan perbankan syariah terbatas," ujarnya di Hotel Hyatt, Jakarta, Selasa (3/6).

Menurutnya potensi wisata syariah bukan hanya dinikmati di sektor wisata saja melainkan juga dapat diimplementasikan ke sektor finansial hingga transportasi. 

Untuk itu dirinya mengajak perbankan syariah untuk dapat menggandeng beberapa sektor transportasi dan menawarkan produk lainnya.

"Wisata syariah dapat membuat potensi ekonomi juga. Diharapkan industri keuangan syariah bisa merespon peluang dengan menawarkan produk yang diperlukan bukan hanya restoran hotel tapi juga transportasi dan ekonomi kreatif lainnya," jelas dia.

Dia menambahkan tak perlu adanya regulasi khusus untuk mewajibkan perbankan syariah untuk dapat mendorong wisata syariah. Hanya saja diharapkan juga perbankan syariah jaringan yang kuat.

"Tidak perlu ada regulasi, diperlukan pemahaman disitu ada potensi besar ada pelaku industri keuangan syariah. Lalu nantinya ada bank, lalu biaya hotel tapi bisa juga  berhubungan dengan link seperti transportasi. Ini bagus karena selama ini pengetahuan belum tergali dengan baik," ungkapnya.

Untuk itu pihaknya akan mengundang perbankan syariah pekan depan untuk dapat membahas hal tersebut. Disebutkan bukan potensi wisata syariah juga dapat menjaring asuransi syariah.

"Kami mengundang mereka minggu depan dengan pertemuan industri keuangan bukan hanya bank, perlu juga asuransi syariah bukan hanya perbankan, lembaga keuangan lainnya," tutup Muliaman.

Tahun lalu, tercatat 151,6 juta wisatawan mengunjungi negara-negara anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI) dengan nilai ekonomi mencapai USD 135,5 miliar. Jumlah wisatawan sebanyak itu setara dengan 15,2 persen dari total wisatawan dunia.

Pemerintah memprediksi potensi wisata syariah dunia bernilai USD 2,47 triliun atau setara Rp 28.837 triliun pada 2018 mendatang. Pasalnya, tiap tahun, wisatawan muslim dunia terus meningkat secara signifikan. [ard]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini