OJK prihatin pasar modal Indonesia keok dari Malaysia

Senin, 5 Mei 2014 12:54 Reporter : Novita Intan Sari
OJK prihatin pasar modal Indonesia keok dari Malaysia Bursa efek Indonesia. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut jumlah perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini masih sangat rendah. Hingga Maret 2014, tercatat sebesar 489 perusahaan telah terdaftar di BEI.

Wakil Kepala Dewan Komisioner OJK, Rahmat Waluyanto mengatakan kuantitas emiten Indonesia kalah dengan negara-negara tetangga di regional. Seperti, Malaysia sebanyak 906 perusahaan telah melantai di bursa, Thailand 587 perusahaan, dan Singapura 767 perusahaan.

"Pasar modal Indonesia masih didominasi oleh sektor perbankan, komoditas, dan consumer goods. Pasar modal Indonesia masih belum mewakili ekonomi secara keseluruhan," ujarnya di Hotel Pullman, Jakarta, Senin (5/5).

Belum lagi, menurutnya, Jakarta Composite Index (JCI) juga masih kalah dibandingkan negara-negara tetangga. Meski secara year to date, indeks tersebut menunjukkan performa terbaik di regional, yakni tumbuh 13,2 persen.

"Total kapitalisasi pasar di Indonesia hanya 53 persen dari PDB (produk domestik bruto), dibandingkan dengan Thailand dan Korea Selatan 105 persen, Filipina 115 persen, serta Malaysia dan Singapura 150 persen," jelas dia.

Hingga bulan Maret 2014, nilai kapitalisasi pasar Indonesia hanya mencapai USD 415 miliar. Di mana, Malaysia mencapai sekitar USD 500 miliar. Singapura hampir mencapai USD 1 triliun, dan India mendekati USD 1,5 triliun.

Oleh karena itu, OJK selaku regulator industri keuangan Indonesia akan terus melanjutkan pengawasan dan pengaturan dengan baik dan efisien. "Kami juga melakukan beberapa inisiatif dalam memperdalam pasar modal dan menciptakan pasar finansial yang mampu mengaspirasi pertumbuhan," ungkapnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini