OJK Prediksi Perekonomian Dunia Pulih dari Corona di Semester II 2020

Jumat, 27 Maret 2020 11:36 Reporter : Anisyah Al Faqir
OJK Prediksi Perekonomian Dunia Pulih dari Corona di Semester II 2020 OJK. ©2013 Merdeka.com/Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan perekonomian dunia akan terkontraksi cukup dalam pada semester I-2020. Kondisi ini baru mulai kembali pulih pada semester II-2020. Namun, pulihnya perekonomian global akan sangat bergantung pada berakhirnya wabah virus Corona di tataran global.

Perekonomian AS dan Eropa diprediksi akan terkontraksi pada Q2-2020. Mengingat penyebaran virus Corona di AS dan Eropa baru akan mencapai puncaknya pada April dan Mei. Sedangkan perekonomian China diprediksi telah membaik pada Q2-2020. Sejalan dengan mulai melambatnya penyebaran virus Corona di negara tirai bambu itu.

Besarnya sentimen negatif terkait penyebaran virus Corona baik secara global maupun perkembangan di Indonesia mempengaruhi kinerja sektor jasa keuangan domestik. Khususnya di pasar keuangan, baik pasar saham maupun surat berharga negara (SBN).

Sejak awal Maret 2020 sampai dengan 24 Maret 2020, berdasarkan data DJPPR, investor asing tercatat keluar dari pasar saham sebesar Rp6,11 triliun. Sedangkan pada SBN sebanyak Rp98,28 triliun.

Dengan kondisi tersebut, pasar saham melemah signifikan sebesar 27,79 persen mtd atau 37,49 persen ytd menjadi 3.937,6. Diikuti dengan pelemahan di pasar SBN dengan yield yang rata-rata naik sebesar 118,8 bps mtd atau 95 bps ytd.

"Pelemahan ini disebabkan pada kekhawatiran investor terhadap virus Corona yang akan berdampak pada kinerja emiten di Indonesia," kata Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Jumat (27/3).

Sampai dengan 24 Maret 2020, penghimpunan dana melalui pasar modal telah mencapai Rp21,55 triliun. Adapun jumlah emiten baru pada tahun ini telah terdapat 13 perusahaan, dengan pipeline penawaran sebanyak 61 emiten dengan total indikasi penawaran sebesar Rp28,8 triliun.

1 dari 1 halaman

Kinerja Perbankan

rev1

Sementara itu, kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan Februari 2020 bergerak sejalan dengan perkembangan yang terjadi di perekonomian domestik. Kredit perbankan mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,93 persen yoy, ditopang oleh kredit investasi yang tetap tumbuh double digit di level 10,29 persen yoy.

Piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan meningkat 2,82 persen yoy. Di tengah pertumbuhan intermediasi lembaga jasa keuangan, profil risiko masih terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,79 persen (NPL net: 1,00 persen) dan Rasio NPF sebesar 2,66 persen.

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh sebesar 6,80 persen yoy, lebih tinggi dari pertumbuhan kredit. Selain itu, sepanjang Februari 2020, industri asuransi berhasil menghimpun premi sebesar Rp46,5 triliun dan tumbuh sebesar 4,73 persen yoy.

Risiko nilai tukar perbankan berada pada level yang rendah pada Februari 2020. Rasio Posisi Devisa Neto (PDN) sebesar 2,35 persen. Jauh di bawah ambang batas ketentuan sebesar 20 persen.

Sementara itu, likuiditas dan permodalan perbankan berada pada level yang memadai. Liquidity coverage ratio dan rasio alat likuid/non-core deposit masing-masing sebesar 212,30 persen dan 108,12 persen. Jauh di atas threshold masing-masing sebesar 100 persen dan 50 persen.

Permodalan lembaga jasa keuangan terjaga stabil pada level yang tinggi. Capital Adequacy Ratio perbankan sebesar 22,42 persen. Sejalan dengan itu, Risk-Based Capital industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing sebesar 670 persen dan 312 persen, jauh di atas ambang batas ketentuan sebesar 120 persen.

[bim]

Baca juga:
Gunakan Water Canon, Polda Bali Semprot Disinfektan di Jalan WR Supratman
Mendikbud Nadiem Salut 15.000 Mahasiswa Siap Jadi Relawan Tangani Corona
Unsyiah Terapkan Belajar Daring Hingga Akhir Semester
Bantuan Tahap I Alat Uji Covid-19 Hingga APD dari Investor China Tiba di Indonesia
Saat Guru SD Swadaya Topang Perekonomian Pedagang Jajanan Siswa Terimbas Covid-19
Tegal Berlakukan Local Lockdown, Ini 5 Fakta Terbaru

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini