OJK Minta Masyarakat Hindari Penawaran Investasi GCG Asia

Jumat, 2 Agustus 2019 14:28 Reporter : Dwi Aditya Putra
OJK Minta Masyarakat Hindari Penawaran Investasi GCG Asia Ilustrasi investasi. ©2012 Shutterstock/Gorilla

Merdeka.com - Satgas Waspada Investasi meminta masyarakat untuk mewaspadai penawaran investasi secara fixed income untuk transaksi foreign exchange (forex) dari Guardian Capital Group (GCG) Asia. Sebab platform asal Malaysia tersebut dipastikan ilegal dan merugikan.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing mengatakan, model bisnis yang ditawarkan oleh GCG ini memang menggiurkan masyarakat. Selain bunga yang ditawarkan lebih rendah, keuntungan besar yang ditawarkan pun cukup memukau minat masyarakat.

"Kerugian masyarakat semakin banyak karena mengharapkan keuntungan dengan modal yang lebih besar dan ada akhirnya mereka (pelaku) akan kabur," ungkapnya dalam jumpa pers bersama Bareskrim Polri, di Mabes Polri Jakarta, Jumat, (2/8).

Tongam mengatakan, GCG Asia sendiri tidak memiliki izin usaha sebagai pialang berjangka dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan (Bappebti). Oleh karenanya, dia meminta agar masyarakat tidak melakukan investasi tersebut lantaran pengelolaanya dilakukan di luar negeri.

"Pada akhirnya mereka (pelaku) akan kabur, perdagangan forex kebanyakan di luar negeri," imbuh dia.

Tongam menambahkan kegiatan usaha berjangka hanya dapat dilakukan anggota bursa berjangka yang berbentuk perseroan terbatas dan telah memperoleh izin usaha dari Bappebti. Regulasi juga menyebutkan setiap pihak dilarang melakukan penawaran kontrak berjangka maupun kontrak derivatif dengan atau tanpa kegiatan promosi, rekrutmen, pelatihan, seminar, dan/atau menghimpun dana untuk tujuan transaksi yang berkaitan dengan perdagangan berjangka, kecuali memiliki izin dari Bappebti.

"Kenali dulu legal dan logis, kalau ada penawaran trading forex tanyakan izinnya dari Bappebti kalau tidak ada jangan diikuti tentunya. Kemudian dari sisi bunga, rata rata berikan penawaran tinggi seperti satu persen per hari," pungkasnya.

Diketahui, pada tahun 2019 total entitas investasi ilegal yang telah dihentikan satgas waspada investasi sebanyak 177 entitas. Jumlah itu terdiri dari kegiatan 117 Trading Forex tanpa izin, 13 Multi Level Marketing tanpa izin, 11 investasi uang, 5 investasi cryptocurrency, dan 31 investasi lainnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini