OJK Larang Bank Hingga Manajer Investasi Fasilitasi Perdagangan Kripto

Selasa, 25 Januari 2022 10:04 Reporter : Sulaeman
OJK Larang Bank Hingga Manajer Investasi Fasilitasi Perdagangan Kripto Bitcoin. ©2013 Various Artist

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara tegas telah melarang seluruh lembaga jasa keuangan untuk menggunakan, memasarkan, maupun memfasilitasi perdagangan aset kripto. Lembaga keuangan yang dimaksud adalah perbankan, manajer invetasi, dan lain-lain.

"OJK dengan tegas telah melarang lembaga jasa keuangan untuk menggunakan, memasarkan, dan/atau memfasilitasi perdagangan aset kripto," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (25/1).

Aset kripto sendiri merupakan jenis komoditi yang memiliki fluktuasi nilai yang sewaktu-waktu dapat naik dan turun. Sehingga, masyarakat harus paham akan risikonya.

"Waspada terhadap dugaan penipuan skema ponzi investasi kripto ya," imbuhnya.

Lebih lanjut, OJK memastikan tidak melakukan pengawasan dan pengaturan terhadap aset kripto. Sebab, pengaturan dan pengawasan aset kripto dilakukan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan.

"Yuk lebih #pahamkeuangan sebelum berinvestasi," tutupnya. [azz]

Baca juga:
Tokocrypto & BRI Ventures Kolaborasi Luncurkan Blockchain Akselerator
Aplikasi Pintu Tambah 6 Aset Kripto Jadi Peluang Investasi, Ini Penjelasan Detailnya
Ghozali Everyday Belum Berani Bilang Orang Tua Kantongi Duit Rp1,5 M dari NFT
Awal Kisah Sultan Ghozali Bisa Raup Rp1,5 Miliar Jual Foto Selfie di NFT
Apa Itu NFT yang Bikin Ghozali Everyday Jadi Miliarder Dadakan?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini