OJK klaim pungutan efisienkan bisnis industri keuangan

Selasa, 29 April 2014 16:53 Reporter : Ardyan Mohamad
OJK klaim pungutan efisienkan bisnis industri keuangan OJK. ©2013 Merdeka.com/Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim mayoritas pelaku industri jasa keuangan mendukung pemberlakuan pungutan yang ditetapkan sebesar 0,03 persen-0,04 persen dari total aset. Pasalnya, pungutan itu mendorong efisiensi bisnis perusahaan jasa keuangan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisioner OJK Rahmat Waluyanto seusai menggelar pertemuan dengan Industri keuangan non-bank di Jakarta, Selasa (29/4). "Pungutan justru mendorong efisiensi di sektor tersebut."

Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Efrinal Sinaga mengaku tidak keberatan atas pungutan OJK. Hanya saja dia meminta agar membuat saluran pengawasan atas penggunaan pungutan tersebut.

"Bagaimana bila OJK memfasilitasi asosiasi untuk bersama-sama mengawasi penggunaan dana pungutan," kata Efrinal.

Sementara, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Julian Noor meminta OJK membuat perlakuan setara antara konsumen dengan pelaku industri jasa keuangan.

"Keluhan kami di perlindungan konsumen, OJK lebih peduli sama perlindungan konsumen, tapi abai dengan industri. Kami berharapnya seimbang," kata Julian.

Menanggapi itu, Rahmat memastikan pihaknya bakal memberikan pelayanan terbaik kepada industri jasa keuangan.

"Kalau memang pembiayaan kegiatan sifatnya pengembangan, seperti apa yang dibutuhkan industri. Termasuk untuk konsumen. Bisa saja kita menyediakan layanan perbaikan microfinancing, teknologi informasi, kemudian lembaga penyelesaian sengketa," kata Rahmat. [yud]

Topik berita Terkait:
  1. OJK
  2. Perbankan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini