OJK Godok Aturan Pemasaran Produk Asuransi Lewat Platform Digital

Kamis, 16 Juni 2022 19:48 Reporter : Idris Rusadi Putra
OJK Godok Aturan Pemasaran Produk Asuransi Lewat Platform Digital OJK. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Riswinandi mengatakan OJK sedang menyiapkan aturan pemasaran produk asuransi melalui platform digital atau insurtech.

"Untuk perusahaan asuransi yang akan menjual dan mengelola insurtech kami harap komitmennya karena penjualan secara digital yang dilakukan platform insurtech yang boleh melakukan ke depan adalah perusahaan berbentuk pialang asuransi," katanya dalam webinar "Menumbuhkan Kepercayaan Masyarakat Kepada Industri Asuransi Jiwa" yang dipantau di Jakarta, Kamis (16/6).

Perusahaan asuransi diharapkan menjual produk yang mudah dipahami dan memberikan kepastian pengembalian dana nasabah melalui klaim secara mudah. Pasalnya, dana ini sebelumnya dibayarkan nasabah sebagai premi.

Riswinandi memandang pemanfaatan perkembangan teknologi digital masih dapat dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan industri asuransi secara efisien.

Apalagi saat ini masih banyak masyarakat yang telah beraktivitas menggunakan teknologi digital, tetapi belum memahami asuransi.

2 dari 2 halaman

Survei soal Manfaat Asuransi

Pada 2019, berdasarkan survei literasi dan inklusi keuangan, hanya 31,26 persen responden yang telah memanfaatkan jasa keuangan digital dan hanya 9,9 persen yang menggunakan platform digital untuk membeli produk asuransi secara daring.

Hanya saja, tata cara pemasaran produk asuransi secara digital yang mengurangi keterlibatan agen pemasaran perlu diperketat, misalnya untuk Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI).

Sebelumnya, pemerintah telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2022 tentang PAYDI yang diharapkan dapat mendorong perusahaan asuransi untuk mengutamakan prinsip perlindungan guna menjaga kepercayaan masyarakat.

"Kami berharap surat edaran ini memberikan manfaat yang baik bagi perusahaan asuransi maupun calon nasabah yang akan membeli produk asuransi, jadi keduanya bisa betul-betul saling transparan," ucapnya. [idr]

Baca juga:
Tips Bijak Ajukan Kredit agar Agunan Tidak Disita
Bappenas Bersinergi dengan OJK Dukung Pemulihan dan Transformasi Ekonomi RI
Investor Pasar Modal Tumbuh 3 Kali Lipat Sejak 2019, Didominasi Milenial dan Gen Z
Usai Bukalapak dan GoTo, Blibli Dikabarkan Bakal Ikut Melantai di Bursa Saham
Per 3 Juni, Securities Crowdfunding Himpun Dana Rp507,20 Miliar
OJK Minta Pelaku Usaha Waspadai Dampak Kenaikan Inflasi

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. OJK
  3. Asuransi
  4. Viral Hari Ini
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini